Kondisi ruas jalan penghubung Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, yang terkikis longsor hingga dibuatkan jembatan darurat oleh warga, masih jadi sorotan banyak pihak. Terlebih usai viral dimedia sosial, karena ada video anak pergi ke sekolah yang digendong saat melintas jembatan.
Longsor parah yang terjadi membuat lebar jalan hanya menyisakan kurang dari satu meter. Hal tersebut dinilai membahayakan karena jalur itu merupakan akses vital warga lintas kecamatan di kawasan lereng Gunung Wilis. Bahkan kondisi jalan juga berisiko terputus total akibat pergerakan tanah yang terus berlangsung.
Guna mencari solusi, Pemkab Ponorogo menggelar rapat koordinasi bersama DPRD Jawa Timur membahas sejumlah skema penanganan untuk mengatasi persoalan infrastruktur yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut. Dimana salah satu opsi yang mengemuka adalah pembangunan jembatan permanen.
Semenatar itu, anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Miseri Efendy, mengatakan penanganan jalan itu sebenarnya telah masuk dalam perencanaan sejak 2025. Saat itu, anggaran sebesar Rp 2,7 miliar telah disiapkan melalui dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BNPB, namun belum dapat direalisasikan.
“Tahun ini kembali diajukan oleh BPBD Ponorogo. Kami akan menanyakan langsung ke BNPB apakah bisa segera direalisasikan,” kata Miseri.
Lanjutnya, Miseri menambahkan bahwa DPRD Jawa Timur tidak ingin penanganan berhenti pada proses administrasi. Bersama Pemkab Ponorogo, pihaknya berencana mendatangi BNPB untuk memastikan kepastian anggaran dan waktu pelaksanaan proyek.
“Kondisinya sudah mengkhawatirkan. Harapannya bisa dikerjakan sebelum pertengahan tahun,” terangnya.
Masih menurut Miseri, karakteristik lokasi longsor yang berada di lereng bukit membuat perbaikan badan jalan secara sementara tidak lagi efektif. Pergerakan tanah yang terus terjadi, berpotensi merusak kembali jika hanya dilakukan penanganan tambal sulam.
“Solusi paling realistis adalah pembangunan jembatan permanen,” ungkapnya.
Ia menyebut, untuk merealisasikan pembangunan jembatan permanen tersebut, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 4 miliar. Jika pendanaan dari BNPB kembali terkendala, bisa diusulkan ke Provinsi Jawa Timur, sebagai opsi alternatif.
“Jika dari BNPB tidak bisa disegerakan, kami akan bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Timur, untuk mengajukan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT),” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan kerusakan jalan di Desa Wagir Lor telah terjadi hampir empat tahun terakhir. Selama periode tersebut, pemerintah daerah terus berupaya mengajukan bantuan perbaikan ke pemerintah provinsi hingga pusat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder, baik di tingkat provinsi maupun pusat, agar kebutuhan anggaran penanganan ini bisa segera dipenuhi,” pungkasnya.
DPRD Jawa Timur menegaskan, pembangunan jembatan permanen menjadi solusi jangka panjang untuk mengakhiri persoalan infrastruktur di jalur penghubung Ngebel–Jenangan.
Editor : Putra
Artikel Terkait
