Kisah Ibu di Ponorogo yang Viral, Berjuang Hidupi 4 Anak dengan Jualan Daun Pisang

Dinar Putra
Rumah duka Lu’lu Atunni’mah yang viral karena meninggal dunia diatas motor di Ponorogo foto: iNewsPonorogo.id/Putra

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Seorang ibu bernama Lu’lu Atunni’mah yang viral karena meninggal dunia diatas motor dan dihadapan anaknya tersebut dikenal sebagai sosok perempuan pekerja keras. Hal ini diungkapkan salah satu tokoh masyarakat yang juga tetangganya, Ahmad Iqdam Muslihudin.

Setelah suaminya meninggal dunia dua tahun lalu, warga Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, itu berjuang membesarkan empat anaknya seorang diri. Almarhumah guna memenuhi kebutuhan keluarga, salah satunya mencari daun pisang di sekitar rumah untuk dijual. 

Kini, perjuangan Lu’lu telah berakhir. Ia meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2026), saat mengendarai sepeda motor bersama anak bungsunya untuk berobat ke bidan di Desa Gombang.

Ahmad Iqdam Muslihudin, mengatakan perempuan itu telah kehilangan suaminya, Syamsudin, sekitar dua tahun lalu. Sejak saat itu, Lu’lu menjalani peran sebagai orang tua tunggal dan berusaha memenuhi kebutuhan keempat anaknya yang masih berusia sekolah.

“Anaknya empat, laki-laki semua. Yang tiga di pesantren, sedangkan yang paling kecil usianya sekitar tiga tahun,” kata Ahmad.

Menurut Ahmad, Lu’lu bukan sosok yang mudah mengeluh. Ditengah tanggung jawab membesarkan anak-anaknya, ia tetap berusaha mencari penghasilan sendiri.

Salah satu caranya adalah mencari daun pisang di sekitar tempat tinggalnya untuk dijual. Daun-daun itu kemudian disetorkan ke warung disekitar rumahnya.

“Beliau pekerja keras. Saya tahu beliau sering mencari daun pisang di sekitar sini untuk dijual. Kebetulan ada warung di samping rumah saya yang membeli daun pisang itu,” terangnya.

Ahmad menyebut Lu’lu juga mendapat dukungan dari keluarga almarhum suaminya. Selain itu, perempuan tersebut diketahui menerima bantuan dari pemerintah.

Meski ada dukungan dari keluarga dan bantuan yang diterimanya, Lu’lu tetap berusaha mencari penghasilan sendiri. Ia menjalani kesehariannya dengan bekerja sambil membesarkan empat anak yang masih membutuhkan pendampingan.

Masih menurut Ahmad mengungkapkan bahwa Lu’lu juga merupakan perempuan yang tidak jauh dengan kehidupan agama. Bahkan pernah mengenyam pendidikan di salah satu pondok pesantren di Ponorogo.

Sebelum meninggal dunia, Lu’lu diketahui hendak ke bidan untuk mengobatkan anaknya. Ditengah perjalanan, ia merasa tidak enak badan dan menghentikan sepeda motornya.

“Setahu saya, selama ini beliau tidak pernah mengeluh sakit kepada keluarga. Saat itu beliau mau mengobatkan anaknya, tetapi di perjalanan merasa tidak enak badan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Lu’lu ditemukan meninggal dunia di atas sepeda motornya di depan rumah warga di kawasan Jebeng, Kecamatan Slahung, pada Sabtu sore.

Diberitakan sebelumnya Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, sebelumnya menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, korban dinyatakan meninggal dunia akibat sakit. Meski demikian, penyebab medis pasti kematiannya tidak dijelaskan lebih lanjut.

Kepergian Lu’lu meninggalkan empat anak laki-laki. Tiga anaknya sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren, sedangkan anak bungsunya masih berusia di bawah tiga tahun menurut keterangan Ahmad.

Kini, keempat anak tersebut berada dalam pengasuhan keluarga. Dukungan keluarga menjadi penting agar kebutuhan sehari-hari mereka tetap terpenuhi dan pendidikan dapat terus berjalan setelah kehilangan kedua orang tua.

Editor : Putra

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network