PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Ditengah kondisi kekeringan, membuat ribuan warga dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo menggelar salat istisqa di lapangan dilapangan Ponpes setempat. Mereka memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kebutuhan air masyarakat kembali terpenuhi.
Jemaah yang mengikuti salat istisqa tersebut terdiri dari santri putra dan putri, pengurus pondok pesantren, serta masyarakat sekitar.
Harapannya tidak hanya turun hujan guna mengatasi kekeringan di Ponorogo, tetapi juga bagi masyarakat di berbagai daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi sawah yang mulai mengering dan sejumlah sumber air yang berhenti mengalir menjadi salah satu alasan pelaksanaan sholat istisqa tersebut.
Pimpinan Ponpes Wali Songo Ngabar, KH Mohammad Ihsan, mengatakan kondisi kekeringan di sekitar pondok menjadi keprihatinan bersama. Air merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan, sementara ketersediaannya sangat menentukan keberlangsungan aktivitas masyarakat, termasuk pertanian.
Kondisi sawah yang mulai mengering dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan tanaman dan proses panen petani. Terlebih, sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat dilaporkan sudah tidak lagi mengalir.
Karena itu, pihak pondok mengajak para santri dan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa melalui salat istisqa.
“Kebutuhan air dirasakan masyarakat yang menghadapi kekeringan maupun mereka yang terdampak karhutla. Doa dalam salat istisqa tersebut juga ditujukan bagi saudara-saudara di daerah lain,” kata Mohammad Ihsan.
Kepedulian para jemaah tidak hanya tertuju pada kondisi kekeringan di Ponorogo. Mereka juga mendoakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia yang menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Melalui sholat istisqa ini berharap hujan segera turun, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan parah dan lokasi kebakaran hutan maupun lahan yang belum padam.
"Mudah-mudahan Allah mengabulkan doa ini," ungkapnya.
Salah satu warga Desa Ngabar, Mohammad Ulul Azmi menjelaskan bahwa berharap salat istisqa yang dilaksanakan bersama para santri dan pengurus pondok membawa keberkahan bagi masyarakat.
Menurut Ulul Azmi, hujan sangat dibutuhkan, bukan hanya oleh warga di sekitar Ngabar, melainkan juga masyarakat di daerah lain yang tengah menghadapi kekeringan.
"Sholat istisqo pagi ini sebenarnya kami juga meminta kepada Allah, supaya kita diberikan kenikmatan berupa hujan," pungkasnya.
Editor : Putra
Artikel Terkait
