get app
inews
Aa Text
Read Next : Waduh! 23 Orang Diamankan Polres Ponorogo, Modus Minta Sumbangan Untuk Judi dan Menginap di Hotel

Viral Anak Sekolah Digendong Lewati Jembatan Bambu di Ponorogo, Ini Penjelasan Warga

Sabtu, 17 Januari 2026 | 16:44 WIB
header img
Viral di media sosial anak sekolah digendong lewati jembatan darurat di Ponorogo. (Foto: iNewsPonorogo.id/Putra).

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Viral di media sosial video yang memperlihatkan anak-anak pergi ke sekolah harus digendong saat melintasi jembatan bambu di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Kondisi tersebut memicu keprihatinan publik karena jembatan berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.

Jembatan darurat sepanjang kurang lebih 15 meter itu terbuat dari kayu dan bambu memang sengaja dibuat oleh, karena jalan penghubung antara Desa Wagir Lor di Kecamatan Ngebel dan Desa Wates di Kecamatan Jenangan nyaris putus tergerus longsor.

Saat ini jalan yang hanya menyisakan jalur sempit dengan lebar sekitar 20 sentimeter tersebut tetap bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua usai dibuatkan jembatan darurat. Meski begitu warga harus ekstra waspada, terutama saat anak-anak saat melaluinya.

Winarsih, salah seorang warga, mengatakan jembatan sempat mengalami longsor sehingga tidak memungkinkan dilewati kendaraan. Demi keselamatan, warga terpaksa menggendong anak-anak saat melintas.

“Anak-anak tidak berani lewat sendiri karena jalannya sangat sempit. Akhirnya digendong harus digendong,” katanya.

Lanjutnya, Winarsih menambahkan bahwa, warga melakukan perbaikan sementara secara swadaya karena jembatan tersebut merupakan akses kedua desa. Jika harus melalui jalur lain, jarak tempuh menjadi jauh dan memakan waktu lebih lama.

“Kalau harus memutar lewat jalur lain, jaraknya cukup jauh. Ini akses paling dekat,” terangnya.

Warga lainnya, Gunarto, menyebut kerusakan pada jembatan tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak akhir 2023. Awalnya, jembatan masih dapat dilalui kendaraan roda empat, namun kondisinya terus longsor hingga kini hanya bisa dilewati sepeda motor.

“Saat ini hanya tersisa selebar sekitar 20 sentimeter,” ungkapnya.

Meski jembatan saat ini masih dapat dilewati secara terbatas, warga mengaku masih merasa khawatir. Pasalnya, pondasi penyangga jembatan berada di tebing yang rawan longsor, terutama saat hujan deras.

Masih menurut Gunarnto bahwa sebenarnya warga telah beberapa kali melaporkan kondisi jembatan tersebut kepada pihak terkait. Namun hingga kini, belum ada perbaikan permanen yang dilakukan.

“Sudah sering dilaporkan, tapi belum ada tindak lanjut. Padahal ini jalur penghubung dua desa,” pungkasnya.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut