get app
inews
Aa Text
Read Next : Waduh! Pemuda Terekam Kamera CCTV di Ponorogo, Diduga Mencuri Celana Dalam Wanita

BMM Gelar Pelatihan Batik Ciprat di Ponorogo, Upaya Berdayakan Disabilitas Tunagrahita

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:13 WIB
header img
BMM baru sukses menyelenggarakan Pelatihan Ciprat Berdaya yang difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat disabilitas tunagrahita di Ponorogo.Foto: Ist

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Baitulmaal Muamalat atau BMM baru saja sukses menyelenggarakan agenda bertajuk Pelatihan Ciprat Berdaya yang difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat disabilitas tunagrahita di Ponorogo.

Kegiatan yang berlangsung pada 17 hingga 18 Januari 2026 ini bertempat di Rumah Harapan Batik Ciprat, Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong.

Sebanyak 21 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas, pendamping, serta relawan lokal turut serta dalam upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia ini.

Untuk memastikan materi yang disampaikan berkualitas tinggi, BMM menghadirkan praktisi ahli yakni Bapak Guntur dan Ibu Hartini dari Batik Si Gun Ponorogo.

Fokus utama pelatihan ini adalah memperkenalkan teknik batik cap sebagai inovasi baru yang dapat dikombinasikan dengan teknik ciprat yang sudah ada sebelumnya.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan variasi serta standar mutu produk tanpa menghilangkan nilai ekspresi unik dan inklusif yang selama ini menjadi ciri khas karya para penyandang disabilitas di wilayah tersebut.

Rangkaian kegiatan pada hari pertama diisi dengan sesi praktik langsung yang sangat komprehensif. Para peserta diajak untuk mengenal proses membatik cap, teknik menciprat warna, hingga tahap penguncian warna menggunakan larutan khusus.

Mengingat kondisi peserta yang memiliki kebutuhan khusus, proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan pendampingan intensif yang bersifat adaptif.

Memasuki hari kedua, materi berlanjut pada penguatan teknis mengenai cara mencampur warna, pencucian kain yang benar, hingga metode pengeringan yang efektif demi menjaga konsistensi mutu produk.

Antusiasme yang tinggi terlihat sepanjang pelatihan karena teknik batik cap memberikan wawasan baru bagi para peserta dalam berkarya.

Pihak Rumah Harapan Karangpatihan melalui ketuanya, Yuliana, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan dari BMM. Ia berharap pendampingan semacam ini dapat terus berlanjut agar program batik ciprat semakin berkembang dan mandiri secara ekonomi.

Melalui inisiatif ini, BMM berkomitmen untuk menciptakan model pemberdayaan ekonomi inklusif yang memberikan nilai tambah nyata bagi kelompok disabilitas.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut