Mencicipi Kelezatan Srabi Kerun Ayu Ponorogo, Tetap Eksis Sejak 1948
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Tidak hanya terkenal dengan kesenian Reog nya saja, Kabupaten Ponorogo juga memiliki beragam wisata kuliner yang cukup khas. Salah satu kuliner legendaris yang sangat sayang jika dilewatkan untuk dicobain, yakni Srabi Kerun Ayu.
Seperti namanya, lokasi jajanan tradisional ini berada di perempatan Kerun Ayu, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo. Dimana Srabi legendaris ini sudah ada sejak tahun 1948. Bahkan kini penjualnya sudah keturunan generasi kelima.
Meski sudah turun temurun, namun Srabi Kerun Ayu tetap mempertahankan keasliannya, dengan memasak menggunakan kuali atau wajan dari tanah liat dan dibakar memakai kayu bakar.

“Kalau memasak dengan pakai yang modern nggak bisa, misal kalau pakai kompor itu rasanya akan berubah dan jadi keras. Jadi dari mbah mbah dulu resepnya kayak gini, nggak pernah berubah,” kata Endang Papik, penjual Srabi Kerun Ayu generasi kelima.
Kemudian untuk pilihan rasanya pun hanya satu, yakni original atau hanya srabi yang ditabur dengan parutan kelapa tanpa ada kuah santan. Berbeda dengan Srabi lainnya yang beraneka rasa. Ukuran Srabi ditempat ini lumayan besar, jadi biasanya satu orang biasa makan satu porsi saja.
“Gurih rasanya kalau disini, kalau di tempat lain kan ada manisnya kadang bikin enek istilahnya. Srabinya original,” terang Mirda Naurin.
Mempertahankan memasak dengan cara tradisional ternyata juga mempengaruhi cita rasa Srabi khas Ponorogo hingga membuat banyak pelanggan tidak pernah bosan menyantapnya. Aroma sangit dari kayu bakar juga membuat srabi semakin nikmat disantap, apalagi ketika masih keadaan hangat.
“Masaknya masih tradisional juga kalau yang di sini. Aroma sangit dari bahan bakarnya dari kayu jadi rasanya khas dan pastinya enak banget,” pungkasnya.
Untuk bisa menikmati Srabi Kerun Ayu, cukup merogoh kocek Rp2 ribu saja. Dalam sehari bisa menjual sekitar 1.500 Srabi, yang buka dari jam 2 dini hari hingga jam 12 siang.
Editor : Putra