Wisata Petik Melon di Ponorogo Dibuka, Ada Jenis Luna Glory hingga Milk Chamoe
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Cuaca panas paling nikmat ditemani buah yang manis dan segar. Nah bagi yang ingin mencicipi buah Melon warga Ponorogo, bisa langsung datangi wisata menikmati buah Melon sekaligus merasakan pengalaman memetik langsung dari tanaman.
Wisata petik melon di Terra Farm, Jalan Seloaji, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, mulai dibuka. Mengusung konsep open farm, tempat ini memadukan rekreasi dengan edukasi pertanian melalui budidaya melon hidroponik di dalam greenhouse.
Pengunjung tidak hanya bisa melihat tanaman melon tumbuh, tetapi juga mengenal beragam varietas yang dibudidayakan. Konsep ini diharapkan menjadi alternatif wisata keluarga sekaligus sarana mengenalkan dunia pertanian kepada masyarakat.

Didalam Greenhouse milik Agro Tera Farm berukuran 16 x 48 meter, terdapat sekitar 2.020 batang melon yang ditanam dalam 1.010 polybag, dengan masing-masing berisi dua batang pohon.
Kebun yang dirintis Alim Nor Faizin itu telah memasuki masa panen perdana setelah melalui proses perawatan. Budidaya melon tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan buah segar, tetapi juga dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
“Ini prospektif jangka panjang karena bisa menambah destinasi wisata di Ponorogo, utamanya berkaitan dengan agrikultur,” ujarnya.
Salah satu daya tarik Terra Farm adalah keberadaan tiga varietas melon dengan karakteristik berbeda. Varietas tersebut yakni Luna Glory, Milk Chamoe, dan Hwangmi. Dimana Huangmi memiliki daging berwarna oranye dengan tekstur renyah. Sementara itu, Milk Chamoe dikenal dengan daging berwarna putih, tekstur lembut, dan rasa manis.
Adapun Luna Glory menjadi varietas yang paling diunggulkan di kebun tersebut.
“Yang menjadi idola di kebun kita adalah jenis Luna Glory,” ungkapnya.
Dibalik pengalaman memetik buah, budidaya melon hidroponik membutuhkan perawatan yang terukur. Pengelola harus memperhatikan pemberian nutrisi, kualitas air, hingga kecukupan sinar matahari agar tanaman tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas.
Alim menargetkan kebunnya dapat menghasilkan hingga lima kali panen dalam setahun. Jumlah tersebut berpeluang meningkat menjadi enam kali apabila pengelolaan tanaman berjalan optimal.
“Kami juga ingin farm ini menjadi tempat edukasi,” terangnya.
Konsep wisata petik melon ini mendapat respons positif dari pengunjung. Sri Wahyuningsih menilai keberadaan Terra Farm menarik karena menawarkan pengalaman rekreasi yang sekaligus memberikan pengetahuan tentang pertanian.
Menurutnya, wisata semacam ini bisa menjadi pilihan kegiatan yang inspiratif, terutama bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat budidaya buah.
“Ini sangat bagus untuk edukasi dan sangat inspiratif. Saya ingin mencoba varian baru dari melon, terutama Milk Chamoe, karena rasanya enak, manis, dan segar,” pungkasnya.
Editor: Putra