PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Kabupaten Ponorogo masuk dalam 10 besar dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur capaian swasembada pangan. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menjadi salah satu daerah penghasil gabah, membuat peningkatkan panen digenjot setiap tahunnya.
Produksi padi Ponorogo terbilang terus meningkat seriap tahun. Dimana dalam setahun 468 ribu-546 ribu ton gabah mampu diproduksi, dengan luas tanam sekitar 78 ribu hektar, per hektarnya para petani mampu panen enam hingga tujuh ton. Lalu setiap setahun bisa dua kali masa panen, bahkan beberapa wilayah bahkan mampu tanam hingga empat kali.
‘’Ada salah satu penyebabnya, kenapa kita masuk dalan 10 besar di Jatim. Para petani haru stetap semangat agar peningkatan produksi tetap naik,’’ kata Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita.
Lanjutnya, Lisdyarita menambahkan bahwa tingginya produktivitas menempatkan Ponorogo dalam sepuluh besar produksi padi di Jawa Timur. Berbeda dengan daerah lain, bahwa kota Reog terbilang unik dengan kemampuan panen.
‘’Masa panennya, tidak sama antar daerah, yang serempak kebanyakan di Ponorogo selatan,’’ terangnya.
Selain peningkatan produktivitas, pihaknya berharap petani mampu terus berkembang, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi pertanian modern. Pembaharuan alsintan juga diharapkan bisa menarik generasi muda bertani.
'’Perkembangan teknologi Alsintan, harapannya ada regenerasi muda dan gen z mau bertani,’’ terangnya.
Selain itu, adanya listrik masuk sawah sehingga sekarang kemarau jadi tidak kesulitan air. Nantinya hal ini bisa lebih membantu para petani didalam peningkatan produksi pertanian.
“Ada program listrik masuk sawah, sehingga petani tidak kesulitan air,” pungkasnya.
Editor : Putra
Artikel Terkait
