PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Pada tahun ajaran baru ini, masih ada sekolah dasar yang tidak kebagian siswa, salah satunya SD Negeri (SDN) Nailan, Kabupaten Ponorogo. Di saat sekolah-sekolah lain dipenuhi siswa baru, ruang kelas I di sekolah yang ada di Kecamatan Slahung ini justru tetap kosong tanpa satu pun peserta didik.
Kondisi ini bukan pertama kalinya. Selama dua tahun berturut-turut, SDN Nailan tidak menerima murid baru. Akibatnya, jumlah peserta didik terus menyusut hingga kini hanya tersisa 13 siswa.
Meski tidak kebagian siswa namun SDN Nailan masih menjalankan aktivitas belajar mengajar seperti biasa. Namun suasana sekolah terasa jauh lebih sepi dibandingkan sekolah lain.
Pada hari pertama masuk sekolah, para siswa mengawali kegiatan dengan membersihkan ruang kelas sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Meski sudah dua tahun tidak memiliki siswa baru, ruang kelas I tetap dibuka dan dirawat oleh para guru. Sementara ruang kelas II dialihfungsikan menjadi musala sekaligus ruang pembelajaran bersama. Ruangan tersebut telah dilengkapi dengan Smart TV untuk mendukung proses belajar siswa.
Kepala Desa Nailan, Nurhadi mengatakan menurunnya jumlah siswa di SDN Nailan dipengaruhi perubahan pilihan masyarakat dalam menentukan sekolah bagi anak-anak mereka.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir mayoritas warga lebih memilih menyekolahkan anak ke lembaga pendidikan dasar berbasis keagamaan seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN).
"Sekarang yang menjadi tren adalah pendidikan dasar berbasis keagamaan. Jadi rata-rata masyarakat memilih menyekolahkan anak-anaknya ke madrasah atau MIN," kata Nurhadi.
Nurhadi mengungkapkan pemerintah desa bersama pihak sekolah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan minat masyarakat menyekolahkan anak di SDN Nailan.
"Upaya sudah kami lakukan. Semua wali murid sudah kami kumpulkan untuk mengetahui alasannya. Ternyata sebagian besar memang memilih sekolah berbasis keagamaan," terangnya.
Selain perubahan pilihan masyarakat, jumlah anak usia sekolah dasar di Desa Nailan juga tergolong sedikit.
Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah desa melalui Posyandu, setiap tahun hanya terdapat sekitar enam hingga tujuh anak yang memasuki usia sekolah dasar.
"Kami melihat dari data Posyandu memang jumlah anak usia masuk SD sangat sedikit, sekitar enam sampai tujuh anak saja," jelas Nurhadi.
Editor : Putra
Artikel Terkait
