PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) yang dipimpin oleh Sudaryono yang juga ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kembali membentuk kepengurusan ditingkat daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Ponorogo.
Bahkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APPSI Ponorogo resmi dikukuhkan, pada Jumat (31/7/2026). Paska dilantik, kepengurusan baru langsung menyiapkan berbagai program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing pedagang pasar tradisional di tengah pesatnya perkembangan perdagangan digital dan maraknya platform belanja online.
Pengukuhan pengurus DPD APPSI Kabupaten Ponorogo juga dihadiri oleh DPW APPSI Jawa Timur dan perwakilan pengurus ditingkat pusat atau DPP.
Ketua DPD APPSI Kabupaten Ponorogo, Sunarso, mengatakan dirinya akan memprioritaskan pembinaan kepada pedagang agar mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen saat ini, yang semakin banyak beralih ke transaksi digital.
Penggunaan media sosial dan platform digital menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki pedagang agar tidak tertinggal.
"Mungkin nanti ada pembinaan, termasuk bagaimana mengikuti perkembangan media sosial yang luar biasa sekarang ini. Banyak pedagang kita yang masih tertinggal dalam hal tersebut, sehingga perlu kita dampingi," kata Sunarso.
Lanjutnya, Sunarso menambahkan bahwa ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin APPSI Ponorogo dan berkomitmen menghidupkan kembali geliat pasar tradisional.
"Harapan dan cita-cita saya, mudah-mudahan pasar yang hari ini kondisinya kurang menggembirakan bisa kembali hidup seperti dahulu, ketika pasar menjadi pusat perbelanjaan masyarakat," terangnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Pembina DPP APPSI, Ngadiran mengatakan pihaknya telah memberikan pembekalan kepada seluruh pengurus baru agar mampu menjalankan organisasi secara profesional.
"Kami dari DPP membekali pengurus baru DPD APPSI Kabupaten Ponorogo agar mampu menjalankan organisasi dengan baik," ungkapnya.
Ngadiran menegaskan pengurus APPSI harus aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, DPRD, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya. Agar organisasi pedagang ini dapat ikut berkontribusi dalam perekonomian daerah.
"Pengurus harus proaktif melakukan pendekatan kepada bupati, DPRD, maupun pemerintah daerah sehingga program pemerintah bisa berjalan seiring dengan kebutuhan pedagang. Misalnya dalam menjaga stabilitas harga maupun membantu pemerintah membaca kondisi pasar," pungkasnya.
Pengukuhan DPD APPSI Ponorogo diharapkan menjadi momentum kebangkitan pasar tradisional di tengah perubahan zaman dan pola belanja masyarakat.
Editor : Putra
Artikel Terkait
