PONOROGO, iNewsPonorogo.id Berbagai tantangan dan masalah tengah mendera tata kelola pemerintahan Kabupaten Ponorogo. Hal ini menjadi bahan untuk mengevaluasi yang masih harus dibenahi.
Apa yang didera ini lantas seakan menjadi salah satu catatan DPRD Ponorogo dalam rapat paripurna memperingati Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo.
“Pada hari jadi yang ke-530 tahun 2026 ini, Kabupaten Ponorogo, kita menekankan bahwa bagaimana yang kemarin itu sebuah evaluasi bagi kita semua,” kata Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno.
Terkait adanya permasalahan hukum yang terus berproses hingga telah ada penetapan siapa yang bertanggung jawab, baik dari unsur anggota DPRD maupun sekretariat.
“Kita hormati proses hukum yang masih terus berproses,” tambahnya.
Lanjutnya Dwi Agus menjelaskan pihaknya ingin memberikan penekanan lebih pada aspek evaluasi pembangunan. Baik pemerintah daerah maupun DPRD harus menyadari masih terdapat sejumlah sektor yang belum memberikan hasil maksimal bagi masyarakat.
“Jadi kita menyadari bahwa kita belum bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Ponorogo. Mulai pendidikan, kesehatan, kemudian UMKM,” terangnya.
Perbaikan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Harus ada kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ponorogo, seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta DPRD.
Sektor pertanian juga menjadi salah satu bidang yang dinilai perlu terus diperkuat karena berkaitan langsung dengan kehidupan dan perekonomian masyarakat Ponorogo.
“Baik itu UMKM, kemudian bagaimana pertanian, dan seterusnya, tapi tidak bisa sendiri. Karena Pemerintah Daerah ini adalah Bupati dan seluruh jajaran bersama dengan DPRD,” kata Dwi Agus.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengajak masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-530 sebagai momentum untuk bangkit. Perjalanan Ponorogo selama 530 tahun merupakan sejarah panjang yang harus dijadikan bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan.
“Hari ini intinya kita bangkit. Karena di usia 530 ini kan sejarah yang sangat panjang untuk Ponorogo,” ungkapnya.
Masih menurut Lisdyarita bahwa Ia meminta masyarakat dan pemerintah tidak terus terjebak pada berbagai persoalan masa lalu. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat diminta bersama-sama menatap masa depan dengan membangun Ponorogo.
“Jadi sudah jangan melihat ke belakang, kita melihatnya ke depan, tatap ke depan untuk masyarakat yang aman, tentrem, juga sejahtera,” jelasnya.
Lisdyarita juga menargetkan peningkatan pendapatan daerah sebagai salah satu pekerjaan yang harus diperkuat ke depan.
“Pendapatan daerah kita harus lebih tingkatkan kembali,” papar Lisdyarita.
Persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian Pemkab Ponorogo. Lisdyarita mengatakan pemerintah daerah akan segera melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan.
Tak hanya infrastruktur, pemberantasan korupsi juga disebut menjadi bagian dari evaluasi dan pembenahan pemerintahan Kabupaten Ponorogo.
“Iya termasuk dalam pemberantasan korupsi. Kemarin kita juga ada sosialisasi-sosialisasi juga di beberapa OPD-OPD, juga sempat ke masyarakat juga menekankan untuk ayolah kita pegang amanah yang sudah kita yang diberikan ini,” pungkasnya.
Editor : Putra
Artikel Terkait
