PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Menanam pohon alpukat menjadi salah satu keinginan sebagian orang. Selain memiliki pasar yang luas, tanaman alpukat juga berpotensi menghasilkan buah lebih dari satu kali dalam setahun jika ditanam dan dirawat dengan yang tepat.
Pola pembungaan dan pembuahan alpukat yang dapat berlangsung secara bertahap. Ketika memasuki masa panen, bunga atau bakal buah baru dapat mulai muncul kembali.
Produktivitas tanaman alpukat tidak hanya ditentukan oleh varietas. Pemilihan bibit, persiapan lahan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), pemangkasan hingga pengaturan drainase turut menentukan keberhasilan menanam alpukat.
Bagaimana cara menanam alpukat agar cepat berbuah dan produktif
Pilih Bibit Alpukat dari Varietas Unggul
Tahap pertama yang perlu diperhatikan adalah pemilihan varietas dan bibit.
Beberapa varietas alpukat yang banyak dibudidayakan antara lain Miki, Alligator, Kelud dan Red Vietnam. Masing-masing memiliki karakter serta keunggulan yang berbeda, baik dari sisi pertumbuhan, produktivitas maupun nilai jual.
Bibit sebaiknya berasal dari perbanyakan vegetatif seperti sambung pucuk atau okulasi. Penggunaan bibit hasil perbanyakan vegetatif dapat menjadi pilihan karena karakter tanaman lebih terarah dibandingkan tanaman yang berasal dari biji.
Bibit yang masih muda juga relatif lebih mudah beradaptasi ketika dipindahkan ke lahan permanen, selama kondisi media tanam dan perawatannya sesuai.
Pertumbuhan sistem perakaran yang baik menjadi salah satu faktor penting agar tanaman mampu menyerap air dan unsur hara secara optimal.
Jarak Tanam agar Pohon Mendapatkan Cahaya yang Cukup
Persiapan lahan juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Tanaman alpukat membutuhkan ruang tumbuh yang cukup agar memperoleh sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik. Salah satu jarak tanam yang dapat digunakan adalah sekitar 6 x 4 meter, meski kebutuhan jarak dapat disesuaikan dengan varietas, kondisi lahan dan sistem budidaya.
Lubang tanam dapat dibuat dengan ukuran sekitar 75 x 75 sentimeter dan kedalaman menyesuaikan kondisi tanah.
Tanah hasil galian kemudian dapat dicampur dengan bahan organik dan bahan pembenah tanah sesuai kondisi lahan. Campuran tersebut antara lain tanah gembur, sekam padi, pupuk fosfat dan dolomit.
Penggunaan dolomit sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keasaman tanah. Jika memungkinkan, petani dapat melakukan pengujian tanah terlebih dahulu sehingga pemberian bahan pembenah tidak dilakukan secara berlebihan.
Gunakan Sistem Busut di Lahan yang Mudah Tergenang
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya alpukat adalah kondisi air di sekitar perakaran.
Alpukat tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu jenuh air dalam waktu lama. Karena itu, lahan dengan risiko genangan membutuhkan pengelolaan drainase yang baik.
Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah sistem busut atau membuat gundukan tanah di sekitar tanaman.
Posisi perakaran berada lebih tinggi dibandingkan permukaan tanah di sekitarnya sehingga air lebih mudah dialirkan.
Berikan Pupuk Sesuai Fase Pertumbuhan
Pemupukan menjadi bagian penting untuk mendukung pertumbuhan vegetatif sekaligus pembentukan bunga dan buah. Pada fase vegetatif, salah satu pola pemupukan yang dapat digunakan adalah NPK 16-16-16.
Dalam praktiknya, dosis perlu disesuaikan dengan umur tanaman, kondisi tanah dan hasil pengamatan pertumbuhan. Pupuk organik atau pupuk kandang juga dapat diberikan sebagai bagian dari pengelolaan kesuburan tanah.
Ketika tanaman memasuki fase dewasa dan mulai berproduksi, kebutuhan unsur hara dapat berubah. Pupuk dengan kandungan kalium lebih tinggi dapat dipertimbangkan untuk mendukung fase generatif.
Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan di area sekitar tajuk tanaman, bukan menumpuk tepat di pangkal batang.
Hal ini karena akar aktif tanaman umumnya berkembang mengikuti area perakaran di bawah tajuk.
Hindari pemupukan berlebihan. Kebutuhan unsur hara idealnya disesuaikan dengan kondisi tanaman dan, jika tersedia, hasil analisis tanah maupun rekomendasi tenaga ahli.
Perhatikan Bunga dan Serangan Hama
Tanaman yang sudah memasuki fase generatif membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi bunga dan bakal buah.
Pemberian nutrisi melalui daun dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Beberapa bahan yang umum digunakan petani antara lain pupuk daun dan sumber fosfor maupun kalium.
Aplikasi sebaiknya mengikuti petunjuk label produk dan kondisi tanaman. Selain nutrisi, pengendalian organisme pengganggu tanaman juga penting.
Insektisida maupun fungisida tidak seharusnya digunakan secara sembarangan. Penggunaan perlu didasarkan pada jenis hama atau penyakit yang ditemukan serta mengikuti dosis dan petunjuk penggunaan produk.
Pangkas Cabang yang Tidak Produktif
Pemangkasan menjadi bagian dari perawatan tanaman alpukat yang tidak kalah penting. Tunas air yang tumbuh berlebihan, ranting mati dan bagian tanaman yang sakit atau tidak produktif dapat dipangkas secara berkala.
Tujuannya antara lain menjaga bentuk tajuk, memperbaiki sirkulasi udara dan membantu penetrasi cahaya matahari ke bagian dalam kanopi.
Pemangkasan juga membuat kondisi tanaman lebih mudah dipantau dan membantu mengurangi bagian tanaman yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya organisme pengganggu.
Pemangkasan sebaiknya dilakukan secara terukur dan tidak berlebihan karena tajuk tetap dibutuhkan tanaman untuk melakukan fotosintesis.
Pastikan Drainase Kebun Tetap Berfungsi
Selain pemupukan dan pemangkasan, kondisi drainase harus diperhatikan sepanjang waktu. Saluran air yang tersumbat dapat menyebabkan air menggenang di sekitar perakaran, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Memeriksa saluran drainase secara berkala dan memastikan air dapat mengalir keluar dari area perakaran.
Kondisi tanah yang tidak terlalu basah sekaligus tidak kekurangan air akan membantu tanaman menghadapi perubahan cuaca dan mendukung pertumbuhan secara optimal.
Bisa Panen Berkali-kali, tetapi Tidak Instan
Tanaman alpukat memang memiliki potensi untuk menghasilkan buah lebih dari satu kali dalam setahun. Keberhasilan memperoleh panen bertahap sangat bergantung pada varietas, umur tanaman, kondisi lingkungan, ketersediaan nutrisi, air, kesehatan tanaman dan teknik budidaya.
Kunci utama dalam membangun kondisi tanaman yang sehat sejak awal. Mulai dari memilih bibit yang berkualitas, menyiapkan lahan dengan drainase yang baik, memberikan nutrisi sesuai kebutuhan, mengendalikan hama dan penyakit, hingga melakukan pemangkasan secara teratur.
Jika seluruh aspek tersebut dikelola dengan baik, tanaman alpukat memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat dan menghasilkan buah secara optimal serta berkelanjutan.
Editor : Putra
Artikel Terkait
