Program MBG Buka Peluang Pasar Petani Ponorogo, 70 Persen Produk Lokal

Dinar Putra
salah satu SPPG di Ponorogo dibawah yayasan Berkah Srikandi Abadi foto: istimewa

PONOROGO, iNewsPonorogo - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo, tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi penerima manfaat. Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar sekaligus menciptakan peluang pasar bagi petani lokal.

Rantai operasional dapur MBG membutuhkan tenaga kerja untuk berbagai kegiatan, mulai dari menyiapkan bahan pangan, memasak, mencuci ompreng, hingga mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat.

Disisi lain, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dinilai dapat menjadi peluang bagi petani untuk memasarkan hasil panen mereka secara lebih terarah.

Ketua DPD Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD-GEMAS) Ponorogo, Sugeng Hariyono, mengatakan pihaknya berupaya mendorong dapur SPPG menggunakan bahan pangan dari petani lokal.

Menurutnya, keterlibatan petani dalam rantai pasok MBG dapat membantu memperluas pasar sekaligus memberikan kepastian penyerapan hasil panen.

“Sangat manfaat sekali sebagai rantai market dan kepastian pasar para petani,” kata Sugeng yang juga mitra SPPG Patihan Kidul, Kecamatan Siman, sekaligus ketua Yayasan Berkah Srikandi Abadi.

Sugeng menyebut, saat ini sekitar 70 persen bahan pangan yang digunakan dapur SPPG di Ponorogo merupakan produk lokal.

Meski demikian, ia menilai kolaborasi antara pengelola dapur dan petani masih perlu diperkuat. Menurutnya, sebagian petani belum mengetahui bahwa hasil panen mereka berpeluang dipasok untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

Karena itu, HMD-GEMAS berupaya menjembatani komunikasi antara petani dan pengelola dapur agar komoditas yang tersedia dapat diserap sesuai kebutuhan.

“Kalau jumlah dapur kan enggak salah, kurang lebih di Ponorogo itu 60 dapur. Sinergi dengan dapur bisa menstabilkan harga,” kata Sugeng.

Ia mencontohkan, ketika harga suatu komoditas pangan mengalami penurunan, penyerapan hasil panen oleh dapur dapat menjadi salah satu alternatif pasar bagi petani.

Sugeng juga menyebut adanya arahan agar dapur memanfaatkan komoditas lokal, termasuk buah-buahan hasil panen petani daerah.

Untuk memperluas kerja sama, Sugeng berencana menghubungkan petani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Ponorogo dengan jaringan dapur SPPG.

Petani yang menanam melon, semangka, kacang panjang, rambutan, dan komoditas lainnya dapat menyampaikan informasi mengenai jenis tanaman serta waktu panen. Informasi tersebut kemudian dibagikan kepada pengelola dapur yang membutuhkan pasokan.

Mekanisme itu, pengelola dapur dapat mengetahui ketersediaan komoditas, sedangkan petani memperoleh akses untuk menawarkan hasil panennya secara langsung.

Sugeng mencontohkan, harga semangka yang dibeli tengkulak dari petani berada di kisaran Rp6.000–Rp6.500 per kilogram. Sementara itu, harga yang ditargetkan jika petani memasok langsung ke dapur bisa mencapai Rp7.000–Rp7.500 per kilogram.

Meski demikian, harga pembelian tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasar agar tidak merugikan petani maupun membuat harga pangan bagi masyarakat menjadi tidak wajar.

“Saya yakin, kalau program MBG ini jalan, sinergitas antara pelaku petani produksi kita berkolaborasi dengan dapur, maka menyejahterakan semuanya,” terangnya.

Sugeng berharap, kolaborasi tersebut dapat berkembang sehingga manfaat ekonomi program MBG dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh pengelola dapur dan pekerja, tetapi juga oleh petani yang memasok bahan pangan.

Mitra dapur SPPG Galak Slahung, Ryan Handoko, mengatakan sebagian besar pekerja di dapurnya berasal dari desa-desa sekitar lokasi operasional.

“Dekat-dekat sini. Ada yang cuma dari Desa Menggare, Desa Galak sendiri. Kami memang menyerap tenaga kerja warga sekitar,” ujar Ryan.

Editor : Putra

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network