Pada hari pertama, peserta mendapatkan sesi praktik langsung yang mencakup proses membatik cap, teknik menciprat warna, pewarnaan kain, hingga tahap penguncian warna menggunakan waterglass. Seluruh kegiatan dilakukan secara bertahap dengan pendampingan intensif menggunakan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif.
Hari kedua difokuskan pada penguatan pemahaman teknis mengenai pewarnaan, pemilihan dan pencampuran warna, pencucian kain, serta metode pengeringan untuk menjaga ketahanan warna dan konsistensi mutu produk batik. Materi ini diberikan untuk meningkatkan standar kualitas sekaligus mendukung keberlanjutan produksi Batik Ciprat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan pelatihan. Teknik batik cap menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta, sehingga membuka wawasan serta menumbuhkan semangat baru dalam proses berkarya. Para pendamping dan relawan juga berperan aktif dalam mengikuti pelatihan sebagai bagian dari penguatan kapasitas mereka dalam mendampingi proses produksi Batik Ciprat Karangpatihan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar