get app
inews
Aa Text
Read Next : Banyak Masukan Masyarakat, Plt Bupati Ponorogo Gelar Rakor Bahas Menu MBG

Alasan Pak Purnomo Jemput Mbah Kirno Asal Ponorogo, Dikurung 20 Tahun dan Punya Ilmu Sakti

Kamis, 29 Januari 2026 | 18:46 WIB
header img
Mbah Kirno asal Ponorogo yang dikurung 20 tahun akhirnya dijemput Ipda Purnomo foto: iNewsPonorogo.id/Putra

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Kakek Sukirno alias Mbah Kirno (60), warga Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, selama 20 tahun berada didalam sebuah kurungan besi, hingga menjalani hidup yang nyaris terputus dari dunia luar. Pintu kurungan selama bertahun-tahun terkunci itu akhirnya dibuka paksa oleh Ipda Purnomo, perwira polisi Polres Lamongan yang juga penggiat sosial. 

Ipda Purnomo memang sengaja datang ke rumah mbah Kirno untuk menjemput, dan membebaskan, serta akan merawat kakek yang selama bertahun-tahun dipasung keluarganya karena dianggap alami gangguan kejiwaan.

"Kami sengaja datang untuk menjemput salah satu warga Ponorogo atas nama Pak Sukirno. Kalau secara medis, mengalami gangguan kejiwaan," kata Ipda Purnomo. 

Pihak keluarga awalnya sempat menolak jika Mbah Kirno dibawa ke Lamongan oleh Pak Purnomo sapaan akrabnya. Karena takut jika tiba-tiba pulang terus mengamuk dirumah. Meski akhirnya luluh, setelah diberikan penjelasan. Kedatangan anggota polisi yang juga aktif dimedia sosial ini datang bersama lintas instansi, mulai dari kepolisian, Dinas Kesehatan, pemerintah desa, dan TNI.

Masih menurut Ipda Purnomo, selain dianggap alami gangguan jiwa, pemasungan ini dipengaruhi oleh pemahaman keluarga yang meyakini Mbah Kirno memiliki “ilmu sakti” atau kekebalan tertentu. Bahkan Dia tidak diperbolehkan menyentuh tanah selama dikurung. Dimana menurut kepercayaan, jika menyentuh tanah, kekuatan supranaturalnya bertambah. 

"Mungkin karena pengetahuan yang kurang, Pak Kirno dianggal sakti dan kebal, tidak boleh menyentuh tanah. Padahal tidak ada, itu karena memang alami gangguan kejiwaan," terangnya. 

Langkah Purnomo tidak hanya memutus rantai pemasungan, tetapi juga membuka harapan baru bagi Mbah Kirno. Bahwa hidupnya tidak harus berakhir di balik jeruji besi.

Seperti diketahui bahwa menurut keluarga Mbah Kirno selama 20 tahun dikurung karena dianggap membahayakan. Perubahan perilaku terjadi setelah Ia mendalami berbagai ilmu kanuragan, namun melebihi kesiapan mental dan batinnya.

“Kakak saya memang sakti, saya lihat sendiri makanya saya berani ngomong begini,” pungkas Narti adik Sukirno.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut