Cerita Keluarga Soal Kesaktian Mbah Kirno Ponorogo hingga Harus Dijemput Pak Purnomo
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Belakangan ini kisah Mbah Kirno (60), warga Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Ponorogo yang dipasung selama 20 tahun oleh keluarganya sendiri terus jadi perhatian. Tidak hanya dianggap alami gangguan jiwa, juga diyakini punya ilmu sakti. Hal itu dibenarkan adik kandung Kirno, Sarti.
Sejak muda Mbah Kirno mulai mencari ilmu. Saat itu, karena dinilai belum cukup umur dan belum waktunya untuk menerima ilmu tersebut, membuat Ia akhirnya terganggu kejiwaannya.
"Dia itu dulu belajar ilmu Jawa, kebatinan. Mungkin batinnya belum siap, akhirnya ya seperti itu," terangnya.
Masih menurut Narti, menambahkan bahwa Mbah Kirno mencari ilmu hingga ke sejumlah daerah, mulai Trenggalek, Malang, sampai Blitar. Hingga membuat kondisi kejiwaannya mulai berubah.
Selain dianggap kejiwaannya, Mbah Kirno juga berubah perilaku dan membahayakan. Hewan ternak sering dibunuh, rumah dirusak, hingga benda-benda berbahaya dimakan.
"Ayam dimakan hidup-hidup, makan besi, makan api. Memotong bambu pakai gigi, Apa saja dirusak.," ungkapnya.
Pihak keluarga sempat berusaha mengobati Kirno, termasuk membawanya ke pengobatan alternatif ke berbagai daerah. Namun pada saat dibawa berobat, tahu-tahu sudah berada dirumah kembali.
"Mau diobatkan. Yang ngantar belum pulang, dia sudah ada di rumah lagi," pungkasnya.
Kerap mengamuk, mengancam keluarga dan warga, serta memiliki tenaga yang sangat kuat saat menginjak tanah, keluarga akhirnya mengambil keputusan berat untuk memasung demi keselamatan bersama.
Editor : Putra