Mirip Mbah Kirno, Pria di Ponorogo Ini Dikurung Kerangkeng Besi Belasan Tahun
PONOROGO, iNewsPonorogo.id -Kasus orang dikurung karena dianggap orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Ponorogo ternyata bukan hanya Sukirno. Namun di Desa Sendang, Kecamatan Jambon, punya kemiripan yang sama.
Seorang pria bernama Hananto (45) dikurung besi dengan panjang 2 meter, tinggi 2 meter dan lebar 1,5 meter oleh keluarganya, selama 12 tahun yaitu tahun 2014, karena dianggap ODGJ dan membahayakan.
“Pertimbangannya memang harus dikurung, karena memang membahayakan,” ungkap Diana Puspita Sari, keluarga Hananto.
Lanjutnya, Diana menambahkan bahwa jika Hananto mengalami perubahan setelah sepulang dari Malaysia beberapa tahun silam.
“Tamatan SMP langsung kerja ke Malaysia. Sepulang dari Malaysia alami gangguan kejiwaan,” terangnya.
Masih menurut Diana, bahwa sebenarnya pihak keluarga sudah membawa berusaha melakukan pengobatan, baik secara medis maupun alternatif. Namun belum juga menunjukan kesembuhan.
“Sudah kemana-mana berobat. Sampai rumah kumat lagi, stres lagi,” ungkapnya.
Sebelumnya Hananto juga sempat, dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Solo. Alasan kenapa dikerangkeng karena sempat dilepas, terus tiba-tiba mencari-cari senjata tajam atau balok kayu untuk menyerang anggota keluarga.
“Sempat tiba-tiba bawa parang, terus mau menyerang. Saya saja di sekolah, pernah ditonjok. Setelah anggota keluarga mau dibacok itu akhirnya tidak ada pilihan lain, harus dikurung besi,“ pungkasnya.
Editor : Putra