Warga Bulu Lor Ponorogo Gunakan Cara Adat Buk Buk Teng Cari Remaja Hilang
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Diduga hilang seorang remaja laki-laki bernama Adi Saputra (14), warga Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo sejak Jumat (6/2/2026) kemarin, membuat geger warga setempat.
Sampai dengan hari Sabtu malam, keberadaan pelajar SMPN 1 Jambon tersebut belum ditemukan, hingga membuat aksi pencarian besar-besaran oleh warga setempat menggunakan cara adat.
Puluhan warga berkumpul untuk melakukan pencarian di area yang dianggap keramat, yakni kawasan Midodareni yang ada disekat hutan. Pencarian dengan metode atau tradisi "Buk-Buk Teng". Tradisi ini yaitu melakukan pemukulan alat-alat dapur atau benda logam, bertujuan guna menciptakan suara gaduh secara terus-menerus.
Menurut Sekretaris Desa Bulu Lor, Siti Maryam, mengungkapkan bahwa cara tradisional sudah menjadi warisan turun-temurun saat melakukan pencarian orang yang dianggap hilang, dan memang berkaitan dengan hal supranatural.
"Berdasarkan adat desa sini, dilakukan Buk-Buk Teng. Harapannya, kalau memang anak tersebut dibawa oleh makhluk halus, penunggunya akan merasa terganggu, sehingga anaknya segera dilepaskan," katanya.
Kronologi Kejadian, berdasarkan laporan dari Polsek Jambon, Adi terakhir terlihat meninggalkan rumah pada Jumat pukul 11.00 WIB setelah pulang sekolah. Ia sempat berganti pakaian lalu pergi tanpa pamit dan tanpa mengenakan alas kaki.
“Kasus ini sudah dilaporkan ke pihak berwenang pada Sabtu siang (7/2),”pungkas Kepala Desa Bulu Lor, Agus Siswanto.
Menurut warga kejadian dugaan hilangnya anak bernama Adi Saputra ini terjadi pada hari Jum'at, hampir sama dengan kejadian di desa Sidoharjo, 4 anak meninggal dunia di sungai Kedung.
Pihak keluarga dan kepolisian mengimbau bagi siapa saja yang melihat remaja dengan ciri-ciri berikut, tinggi badan: kurang lebih 163 cm, perawakan sedang, rambut pendek keriting, warna kulit putih bersih, pakaian terakhir kaos olahraga SMPN 1 Jambon, celana biru dongker, tanpa sandal.
Editor : Putra