get app
inews
Aa Text
Read Next : Keseruan Kompetisi Berkuda Memanah Jawa Timur di Ponorogo, 48 Atlet Ikut Bertanding

Rakor Komisi D DPRD Jatim di Telaga Ngebel Ponorogo, Area Tambang Bakal Ditutup?

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:19 WIB
header img
Salah satu area pertambangan yang ada di Kecamatan Ngebel Ponorogo foto: iNewsPonorogo.id/Putra

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Aktifitas pertambangan akankah bakal ditutup permanen terus mencuat, seiring banyaknya sorotan dari berbagai pihak, hingga adanya sidak dan kunjungan Komisi D DPRD Jawa Timur serta rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait, di kantor Kecamatan Ngebel.

Didalam pertemuan tersebut terungkap bahwa kawasan Telaga Ngebel yang menjadi ikon pariwisata Ponorogo masuk dalam zona yang tidak diperbolehkan adanya aktivitas pertambangan.

Dirapat koordinasi itu juga dihadiri perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, DPMPTSP Ponorogo, DLH Ponorogo, BPBD Ponorogo, Disbudparpora Ponorogo, jajaran Muspika Ngebel, hingga perwakilan masyarakat setempat.

Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Abdul Halim, menjelaskan bahwa hasil pembahasan rapat kordinasi tersebut memberikan kejelasan mengenai posisi Kecamatan Ngebel sebagai kawasan wisata dan penyangga lingkungan yang harus mendapat perlindungan.

"Kami dari Komisi D melihat dan menemukan bahwa Kecamatan Ngebel ini adalah zona pariwisata dan penyangga lingkungan yang itu tidak bisa ditolerir lagi jika ada aktifitas tambang," kata Abdul Halim.

Masih menurut Abdul Halim, Kecamatan Ngebel memiliki fungsi penting tidak hanya sebagai destinasi wisata unggulan Ponorogo, tetapi juga sebagai kawasan konservasi yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.

Keberadaan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut dinilai berpotensi berdampak pada keberlanjutan sektor pariwisata maupun kelestarian lingkungan.

"Nanti akan kita temukan rumusannya untuk memutuskan bagaimana kita bersikap dan merekomendasikan ke Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur," terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, juga meminta pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan Ngebel diperketat. Ia menilai inspektur tambang dan instansi terkait perlu turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

"Kalau saya minta inspektur tambangnya juga turun mengawasi. Kalau diundang juga datang, biar tahu permasalahannya," tegasnya.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut