Unik! Warga di Ponorogo Pindahkan Bangunan Poskamling dengan Dipikul Beramai-ramai
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Pemandangan unik terlihat di Desa Carat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Di mana warga beramai-ramai memindahkan sebuah bangunan pos keamanan lingkungan (Poskamling) dengan cara digotong tanpa dibongkar.
Pemindahan bangunan Poskamling berbahan kayu itu dipindahkan sejauh kurang lebih 150 meter menuju lokasi baru yang dinilai lebih strategis guna menunjang keamanan lingkungan.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Carat, Yoyok, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif warga, karena dianggap lebih cepat, jika dibandingkan dengan membongkar dan membuatnya kembali.
"Warga gotong royong memindahkan poskamling. Kebetulan karena hari libur, banyak warga yang bisa ikut membantu mengangkatnya bersama-sama," katanya.
Masih menurut Yoyok, pemindahan poskamling dilakukan bukan tanpa alasan. Lokasi sebelumnya dianggap sudah tidak lagi ideal sebagai titik pemantauan keamanan lingkungan. Selain itu, lahan tempat berdirinya Poskamling lama akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya. Karena itu, warga sepakat memindahkan bangunan tersebut ke lokasi baru.
"Lokasi barunya sekitar 150 meter dari tempat semula. Disini lebih strategis untuk memantau keamanan lingkungan," jelasnya.
Memindahkan bangunan kayu utuh sejauh ratusan meter tentu bukan pekerjaan ringan. Belasan warga harus mengangkat poskamling secara bersama-sama sambil berjalan melewati jalan kampung.
Bobot bangunan yang cukup berat membuat mereka beberapa kali berhenti untuk beristirahat. Meski demikian, semangat kebersamaan membuat pekerjaan tersebut terasa lebih ringan.
"Lumayan berat. Tadi beberapa kali berhenti untuk ambil napas. Tapi karena dilakukan bersama-sama, akhirnya berhasil dipindahkan ke lokasi baru," pungkas Yoyok.
Aksi warga Desa Carat ini jadi gambaran bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Disaat banyak pekerjaan kini mengandalkan teknologi, namun warga setempat memilih mengandalkan tenaga demi kepentingan bersama.
Editor : Putra