Bolu Pandan Masih Jadi Kue Tradisional Terfavorit hingga Kini Banyak Varian Rasa
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Bolu Pandan tetap menjadi salah satu kue tradisional favorit masyarakat Indonesia ditengah banyaknya tren dessert modern terus bermunculan. Mulai dari acara rapat hingga pernikahan selalu ada kue yang identik berwarna hijau tersebut.
Aroma pandan yang khas, tekstur lembut, dan cita rasa manis yang pas membuat kue ini mampu bertahan sekaligus menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Diberbagai daerah, bolu pandan masih mudah ditemukan, mulai dari toko roti tradisional, gerai oleh-oleh, hingga dipasarkan secara daring.
Meningkatnya kesadaran masyarakat dibeberapa tahun belakangan terhadap penggunaan bahan alami turut mendongkrak popularitas bolu pandan yang dibuat menggunakan ekstrak daun pandan asli. Selain menghasilkan aroma yang lebih harum, pandan alami juga memberikan cita rasa yang lebih autentik dibandingkan penggunaan perisa maupun pewarna buatan.
Sejumlah pelaku usaha mengaku permintaan bolu pandan mengalami peningkatan, terutama saat akhir pekan, musim liburan, hingga menjelang hari raya. Rasanya yang disukai semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Meski banyak jenis kue modern bermunculan, banyak masyarakat tetap mencari bolu pandan karena menghadirkan rasa nostalgia yang sulit tergantikan.
“Sering kali beli Bolu Pandan untuk snack ketika ada rapat dan acara lain,” kata Erni, salah satu PNS Pemkab Ponorogo.
Untuk mengikuti perkembangan selera pasar, banyak produsen mulai menghadirkan berbagai inovasi tanpa menghilangkan cita rasa khas bolu pandan.
Kini bolu pandan tersedia dalam berbagai varian, seperti Isian keju, Cokelat, Kelapa muda, Krim santan, Topping almond, Kacang dan Saus gula aren.
“Sekarang ada berbagai varian rasa juga, tidak hanya yang pandan, jadi banyak pilihan,” terangnya.
Banyak pelaku usaha yang menghadirkan bolu pandan premium menggunakan mentega asli, telur segar, dan santan murni sehingga menghasilkan tekstur lebih lembut dan rasa yang semakin kaya.
Inovasi tersebut dinilai mampu menarik minat generasi muda sekaligus memperluas pangsa pasar produk tradisional Indonesia.
“Anak-anak juga semakin banyak yang suka, karena banyak varian,” pungkasnya.
Perkembangan teknologi membuat para pelaku UMKM memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan antar makanan, hingga marketplace untuk menjangkau konsumen lebih luas.
Strategi digital tersebut terbukti efektif meningkatkan penjualan, khususnya di kalangan generasi muda yang semakin terbiasa berbelanja secara online.
Dibalik tingginya permintaan, pelaku usaha tetap menghadapi berbagai tantangan. Kenaikan harga bahan baku seperti telur, gula, tepung terigu, mentega, hingga santan menyebabkan biaya produksi meningkat.
Meski demikian, sebagian besar produsen memilih mempertahankan kualitas rasa tanpa menaikkan harga secara signifikan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Editor : Putra