get app
inews
Aa Text
Read Next : Kapolres Ponorogo Ajak Pengemudi Ojek Online Kenang dan Doakan Mendiang Affan Kurniawan

Keseruan Anak-Anak Desa Serag Ponorogo Belajar Pantomim dari Dosen Seni Unesa

Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:54 WIB
header img
Keseruan Anak-anak Desa Serag Ponorogo diajarkan seni Pantomim oleh dosen Unesa (Foto: iNewsPonorogo.id/Putra).

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Pertunjukan seni Pantomim yang mungkin sudah sangat jarang ditemui, namun justru dipentaskan oleh anak-anak di Desa Serag, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang membuat decak kagum para penonton.

Meski cuma belajar atau berlatih beberapa hari saja, namun para pemain yang notabane anak sekolah dasar ini sudah lihai memainkannya.

Pementasan pantomim ini dalam rangkaian program pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Sanggar Yayasan Rumah Budaya Harmini Parni Desa Serag, Ponorogo yang berlangsung dari tanggal 28-30 Agustus 2026.

Anak-anak peserta tidak sekadar diajak mengenal seni pantomim, tetapi juga dilatih menggunakan gerak dan ekspresi untuk menyampaikan sebuah cerita tanpa dialog.

Pengajar Seni dan Budaya Unesa, yang juga ketua tim Dr. Welly Suryandoko, mengatakan pelatihan pantomim tersebut bertujuan memaksimalkan imajinasi anak-anak melalui aktivitas seni yang dekat dengan kehidupan mereka.

“Jadi pelatihan pantomim yang diberikan untuk anak-anak sekolah dasar itu memang tujuan utamanya untuk memaksimalkan imajinasi mereka,” kata Welly.

Menurutnya, pantomim menjadi media yang menarik karena anak-anak, karena tidak menggunakan dialog untuk menyampaikan cerita, meski harus dituntut mengembangkan kemampuan gerak dan ekspresi agar pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami penonton.

“Didalam Pantomim kan anak-anak tidak pakai dialog, tapi dia bisa bercerita dengan menggunakan gerak dan ekspresi,” terangnya.

Welly menyebut terdapat 10 anak sekolah dasar yang mengikuti pelatihan tersebut. Antusiasme mereka sangat luar biasa. Serta dibantu dan ada pementasan Pantomim dari salah satu mahasiswa Unesa yang penyandang disabilitas bernama Nizar. Selain itu, terdapat mahasiswa lain bernama Titin yang turut membantu proses pelatihan.

Didalam pementasan, anak-anak tidak diminta memainkan cerita yang terlalu rumit. Mereka justru diajak mengangkat berbagai aktivitas yang dekat dengan kehidupannya sehari-hari. Beberapa di antaranya seperti bermain layang-layang, memancing, bermain bola hingga aktivitas makan.

“Kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas sehari-hari itu kita berikan. Diminta untuk bercerita tanpa kata atau tanpa dialog. Jadi murni dengan gerak dan ekspresi,” jelasnya.

Masih menurut Welly bahwa tidak hanya Pantomim saja ada berbagai kegiatan lain didalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Unesa yang melibatkan dua prodi, yaitu Prodi S1 Pendidikan Sendratasik dan Prodi S3 Pendidikan Seni dari Fakultas Bahasa dan Seni. Kemudian untuk khusus Pantomim Ia dibantu oleh Dr. Autar Abdillah, dan Syaiful Qadar Basri.

“Ada pelatihan kriya ataupun keterampilan, yaitu membuat berbagai macam kerajinan tangan, kemudian ada batik juga. Lalu yang kedua kelompok pelatihan pantomim untuk anak-anak sekolah dasar. Ada pelatihan tari untuk anak-anak sekolah, dan ada pelatihan karawitan untuk anak-anak sekolah dan juga ibu-ibu,” ungkapnya.

Pengenalan bahkan pelatihan seni dan budaya tradisional ini tim tidak mengalami kesulitan sama sekali. Dimana masyarakat Ponorogo memang kehidupannya tidak jauh dari kesenian dan budaya.

“Tipikal atau karakteristik masyarakat Ponorogo sangat cinta dan dekat dengan kesenian tradisional. Bermodalkan analisis mendasar itu sehingga tidak ada kesulitan sama sekali didalam memberikan pelatihan ini,” pungkasnya.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut