Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan di Ponorogo, Scoopy Serempet Vario dari Arah Berlawanan
Advertisement . Scroll to see content

Tokoh Muslim Amerika dan Dubai Terkejut Lihat Festival Kaligrafi Internasional Gontor

Kamis, 10 September 2026 | 17:22 WIB
  • author Dinar Putra
Tokoh Muslim Amerika dan Dubai Terkejut Lihat Festival Kaligrafi Internasional Gontor
Tokoh muslim Amerika dan Dubai kunjungi festival kaligrafi internasional Gontor Ponorogo foto: iNewsPonorogo.id/Putra

PONOROGO, iNewsPonorogo.id -  Dua tokoh muslim Amerika Serikat dan Dubai ternyata tertarik dengan Festival Kaligrafi Internasional Gontor hingga harus rela datang langsung di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo.

Kedatangan Presiden Dewan Urusan Islam Maryland sekaligus Pendiri Yayasan Pertukaran dan Kerja Sama Peradaban di Amerika Serikat, Imam Mohamad Bashar Arafat ke Festival Kaligrafi Internasional Gontor meninggalkan kesan mendalam dan tidak menyangka karya yang dipamerkan para santri dan peserta festival memiliki kualitas serta keindahan yang jauh melampaui bayangannya.

"Saya benar-benar bingung harus mengatakan apa, karena saya sangat terkesan melihat ini. Saya diberi tahu bahwa ada kompetisi kaligrafi dan pameran, tetapi saya tidak menyangka akan seindah ini," kata Imam Mohamad Bashar Arafat.

Masih menurut Mohamad Bashar, karya para santri menunjukkan bakat dan kemampuan yang luar biasa. Ia menilai kaligrafi yang dipamerkan tidak sekadar memperlihatkan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat.

"Itu menunjukkan kepada Anda kejeniusan di sini, bagaimana para santri ini benar-benar berbakat dalam membuat sesuatu seperti ini," ungkapnya.

Seni kaligrafi bukan hanya tentang keindahan visual. Kaligrafi juga dapat menjadi sarana untuk membangun perdamaian, cinta, dan saling pengertian di tengah masyarakat. Ia ingin membawa pengalaman yang diperolehnya dari Gontor kepada komunitas Muslim dan masyarakat Amerika secara luas.

"Saya tidak bisa menahan diri saat menyaksikan ini. Bagi saya ini bukan sekadar seni dari seorang seniman. Ini adalah ilham ilahi," jelasnya.

Kekaguman yang sama juga disampaikan arsitek senior, manajer desain sekaligus kaligrafer Arab terkemuka asal Dubai, Bassem Zbeeb. Ia datang ke Gontor dengan rasa ingin tahu sekaligus kerinduan untuk melihat secara langsung lingkungan pesantren tersebut.

"Orang-orang, para santri, anak-anak muda, dan generasi baru ini selalu memiliki bakat. Namun, orang yang beruntung adalah mereka yang tinggal di lingkungan yang bisa menemukan bakatnya, mengembangkannya, melatihnya, dan membukakan jalan menuju kesuksesan," terangnya.

Bassem melihat ketekunan sebagai salah satu kekuatan yang dimiliki para santri Gontor. Menurutnya, bakat tidak akan cukup untuk menghasilkan karya besar tanpa kerja keras dan arahan yang tepat.

"Mengasah bakat dan terus tekun bersamanya. Di sini di Gontor, saya melihat orang-orang Indonesia memiliki ketekunan. Kalian memiliki ketekunan dan kerja keras, kalian adalah orang-orang yang bersungguh-sungguh. Sehingga melahirkan kreativitas/karya luar biasa," tuturnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa kaligrafer Indonesia, termasuk para santri, memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional.

"Kalian berpartisipasi dalam berbagai perlombaan di seluruh dunia. Di Dubai, Abu Dhabi, Irak, Qatar, dan Arab Saudi. Saya menyaksikan sendiri di 5 negara ini, orang-orang Indonesia tidak menyisakan piala untuk orang lain, masya Allah!" Pungkasnya.

Sementara itu, Pimpinan PMDG Ponorogo KH Hasan Abdullah Sahal menjelaskan bahwa pengembangan minat dan bakat santri memang menjadi bagian dari sistem pendidikan di Gontor.

Para santri tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan akademik. Mereka juga diberi ruang untuk mengasah berbagai potensi melalui kegiatan seperti olahraga, menggambar, kaligrafi, membaca, hingga keterampilan dan kerajinan tangan.

"Ada kerja keras, usaha, upaya untuk menemukan bakat-bakat ini. Agar mereka bisa bersantai dan semua ini tidak membuat mereka meninggalkan pelajaran. Tidak meninggalkan pelajaran sekolah," pungkas KH Hasan Abdullah Sahal.

Festival Kaligrafi Internasional Gontor pun menjadi gambaran bagaimana seni, pendidikan, dan pengembangan bakat dapat berjalan beriringan. Apresiasi dari tokoh Muslim Amerika Serikat dan Dubai menunjukkan bahwa karya para santri Gontor memiliki peluang untuk terus menembus panggung internasional.

Editor: Putra

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut