Tak Perlu Pupuk Mahal, Air Cucian Beras dan Kulit Pisang Bisa untuk Tanaman Cabai
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Tanaman cabai yang tumbuh lambat tidak selalu membutuhkan pupuk dengan harga mahal. Sejumlah bahan yang biasanya menjadi limbah dapur ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik sederhana untuk menambah asupan nutrisi tanaman.
Dua bahan yang cukup mudah ditemukan di rumah adalah air cucian beras dan kulit pisang. Keduanya dapat diolah menjadi larutan yang digunakan sebagai pupuk tambahan untuk tanaman cabai, asalkan dibuat dan diaplikasikan dengan cara yang tepat.
Pemanfaatan bahan dapur juga dapat menjadi salah satu cara mengurangi limbah rumah tangga. Namun, pupuk organik rumahan tidak boleh diberikan secara berlebihan.
Larutan yang terlalu pekat atau bahan organik yang belum terurai justru berpotensi mengganggu kondisi media tanam. Karena itu, pengenceran, proses pengolahan, serta cara pemberiannya perlu diperhatikan.
Untuk membuat pupuk organik sederhana dari bahan dapur, beberapa bahan yang dapat disiapkan antara lain:
1 liter air cucian beras
2–3 lembar kulit pisang
1 liter air bersih
Wadah atau botol bersih
Gunting atau pisau
Jika ingin memanfaatkan sisa sayuran, pilih sayuran yang belum tercampur minyak, garam, santan, atau bumbu masakan.
Sisa makanan matang sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam larutan pupuk tanaman karena dapat memicu pembusukan dan menimbulkan masalah pada media tanam.
Air cucian beras merupakan salah satu bahan yang paling mudah digunakan. Air tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan untuk penyiraman setelah diencerkan.
Tampung sekitar 1 liter air cucian beras dalam wadah bersih.
Diamkan selama beberapa jam agar partikel yang lebih besar mengendap.
Jika ingin difermentasi, simpan dalam wadah yang tidak ditutup terlalu rapat selama beberapa hari.
Encerkan kembali larutan dengan air bersih sebelum digunakan.
Siramkan larutan pada media tanam di sekitar tanaman cabai, bukan langsung pada batang.
Untuk penggunaan pertama, sebaiknya gunakan larutan yang lebih encer. Setelah itu, kondisi tanaman dapat diamati selama beberapa hari untuk melihat responsnya sebelum pemberian dilakukan kembali.
Air cucian beras sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama hingga menimbulkan bau menyengat atau berubah menjadi kondisi yang tidak wajar.
Selain air cucian beras, kulit pisang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik rumahan.
Kulit pisang mengandung sejumlah mineral, termasuk kalium, yang merupakan salah satu unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Cuci kulit pisang hingga bersih.
Potong kulit pisang menjadi bagian-bagian kecil.
Masukkan potongan tersebut ke dalam wadah berisi sekitar 1 liter air.
Tutup wadah dan simpan di tempat teduh selama beberapa hari.
Saring larutannya.
Encerkan dengan air bersih sebelum digunakan pada media tanam.
Larutan sebaiknya tidak langsung digunakan apabila sudah berbau busuk menyengat. Kondisi tersebut dapat menunjukkan proses pembusukan yang tidak berjalan dengan baik.
Pemberian larutan juga sebaiknya dilakukan secukupnya dan tidak menggantikan kebutuhan tanaman terhadap unsur hara lain.
Editor: Putra