Kronologi Siswa SMP Tewas Tenggelam di Sungai Sawoo Ponorogo, Teman Berteriak Minta Tolong
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Terjadi untuk kesekian kalinya bocah ditemukan tewas tenggelam di sungai. Kali ini seorang siswa kelas VII SMP berinisial MRS (13) meninggal dunia setelah tenggelam di Dam Bendungan, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Senin (12/10/2026).
Sebelum kejadian, korban datang bersama tiga temannya ke lokasi tersebut untuk memancing. Namun, karena tidak mendapatkan ikan dan cuaca terasa panas, mereka memutuskan mandi di sungai.
Korban diduga tidak mengetahui kedalaman air di lokasi tersebut hingga akhirnya tenggelam. Mengetahui kejadian itu Teman-temannya lantas berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
“Korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kapolsek Sawoo, AKP Tutut Ariyanto.
Lanjutnya AKP Tutut menjelaskan bahwa berdasar keterangan saksi, korban bersama tiga temannya berangkat ke Kedung Glodakan dengan tujuan memancing.
“Niat korban MRH bersama teman-temannya mau memancing,” tambahnya
Sebelumnya mereka ke lokasi hendak memancing sesuai rencana. Namun, setelah beberapa waktu tidak mendapatkan ikan dan merasa kepanasan, korban bersama teman-temannya memutuskan mandi di sungai.
Saat itulah korban diduga tenggelam. Teman-temannya kemudian berteriak meminta pertolongan sehingga warga sekitar berdatangan ke lokasi.
Warga berupaya mencari korban dengan menyelami sungai. Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam. Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil olah TKP petugas kepolisian dan Tim Medis Puskesmas Bondrang bahwa korban meninggal dunia murni karena tenggelam di sungai,” pungkas Tutut.
Peristiwa yang menimpa MRS menambah daftar kejadian anak meninggal dunia di perairan wilayah Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, seorang bocah berusia 10 tahun berinisial ARH ditemukan meninggal dunia di DAM saluran irigasi persawahan di Dukuh Wilangan, Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, pada Minggu (11/10/2026). Korban sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah sejak sekitar pukul 05.00 WIB.
Sehari sebelumnya, tepatnya Jumat (9/10/2026), seorang anak berusia 5 tahun berinisial SH juga meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Sekayu, Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo.
Ketiga kejadian tersebut berlangsung di lokasi dan dalam situasi berbeda. Meski demikian, peristiwa itu menjadi pengingat mengenai risiko aktivitas anak-anak di sekitar sungai, bendungan, dan saluran irigasi.
Editor: Putra