Program MBG Buka Peluang Pasar Petani Ponorogo, 70 Persen Produk Lokal
Menurut Ryan, terdapat sekitar 50 orang yang terlibat dalam operasional dapur tersebut. Dari jumlah itu, tiga orang berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN), yakni kepala dapur, akuntan, dan ahli gizi.
Sementara pekerja lainnya berasal dari lingkungan sekitar dengan tugas yang beragam. Mereka terlibat dalam proses penyiapan makanan, memasak, mengemudikan kendaraan distribusi, mencuci ompreng, hingga menjaga keamanan dapur.
“Keterlibatan warga setempat membuat operasional dapur MBG turut membuka kesempatan kerja di tingkat desa,” jelasnya.
Sehari-hari, dapur SPPG Galak Slahung menyiapkan makanan untuk sekitar 3.031 penerima manfaat.
Penerima manfaat tersebut terdiri atas siswa dan kelompok lainnya, termasuk ibu hamil serta balita.
Dampak ekonomi MBG di Ponorogo berpotensi muncul melalui dua jalur, yakni penyerapan tenaga kerja di dapur dan pemanfaatan hasil pertanian lokal sebagai bahan baku.
“Keberlanjutan manfaat tersebut bergantung pada kemampuan pengelola dapur, petani, dan pihak terkait dalam membangun kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan, kualitas, harga, serta ketersediaan pasokan,” pungkasnya.
Editor: Putra