PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Penemuan jasad di kawasan Hutan Pinus Petak 162 C, Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Ponorogo mengegerkan warga setempat.
Korban bernama DRM (60), warga Desa Klepu, kali pertama ditemukan bermula dari kekhawatiran pihak keluarga lantaran korban sudah dua hari tidak kunjung pulang ke rumah, hingga membuat sang anak meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian.
Saat ditemukan kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, tergeletak di samping pohon sengon yang roboh. Dugaan korban terkena pohon diameter sekitar 90 cm yang tumbang.
Petugas dari Polsek Sooko yang datang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil pemeriksaan dilokasi, ada sejumlah luka serius pada tubuh korban, di antaranya patah tulang bahu, luka lebam pada lengan, serta retak pada tulang kepala bagian belakang.
"Luka yang dialami korban, diduga akibat benturan benda tumpul dari pohon yang roboh tersebut,"terang Kapolsek Sooko, AKP Moh Isa Latip
Dilokasi juga diamankan sejumlah barang milik korban berupa tiga buah sabit, sepasang sepatu, dan dua botol air minum. Jenazah juga dibawa ke RSUD Dr. Hardjono Ponorogo untuk dilakukan visum et repertum.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, kesimpulan awal bahwa kematian korban karena kecelakaan kerja akibat tertimpa pohon tumbang," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Klepu, Andreas Gimin, menyampaikan duka yang dalam atas kematian korban. Pihaknya juga meminta warga untuk selalu berhati-hati disaat berada didalam kawasan hutan.
"Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Meminta warga untuk lebih berhati-hati saat memasuki kawasan hutan, terutama di titik-titik pohon yang sudah tua atau berukuran besar,"pungkasnya.
Editor : Putra
Artikel Terkait
