Larung Sesaji Masyarakat Adat Telaga Ngebel Ponorogo, Ada Buceng Ikan

Putra
Larung Sesaji masyarakat adat Telaga Ngebel Ponorogo saat satu Suro. (Foto: iNewsPonorogo.id/Putra).

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Ribuan wisatawan memadati kawasan wisata Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, untuk menyaksikan prosesi larungan yang menjadi puncak rangkaian Grebeg Suro 2026 sekaligus peringatan bulan Suro atau bulan Muharram 1448 Hijriah.

Tradisi tahunan yang sarat nilai budaya dan spiritual tersebut berlangsung meriah. Sejumlah buceng atau gunungan hasil bumi diarak mengelilingi Telaga Ngebel sebelum akhirnya dilarung ke tengah telaga sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan kekayaan alam.

Dalam prosesi tersebut, terdapat tiga buceng agung yang dilarung ke tengah telaga, serta 22 buceng purak yang diperebutkan masyarakat dan wisatawan. 

Berbagai hasil bumi tersusun rapi dalam bentuk gunungan, mulai dari sayuran, buah-buahan, menjadi komoditas unggulan kawasan Ngebel.

"Ini nguri-uri budaya, juga untuk destinasi wisata,” kata Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Setelah prosesi doa bersama selesai dilaksanakan, warga langsung berdesakan untuk mendapatkan isi buceng yang diyakini membawa berkah.

Salah satu pengunjung asal Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Mariyem, mengaku rela berdesak-desakan demi mendapatkan bagian dari buceng purak.

Tradisi larungan bukan hanya menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa, tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

"Tadi dapat sayur, dapat ikan juga. Dapat berkahnya lah," ujarnya.

Sebelum prosesi larungan dilaksanakan, seluruh buceng terlebih dahulu didoakan oleh tokoh agama dan tokoh adat setempat. Selanjutnya, Plt Bupati Ponorogo bersama tokoh masyarakat menaiki perahu menuju tengah telaga untuk melarung tiga buceng agung.

Prosesi tersebut menjadi simbol wujud syukur atas keselamatan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi masyarakat Ponorogo.

"Kita sama-sama berdoa semoga masyarakat Ponorogo diberikan kesehatan, kemakmuran, kedamaian, kesejahteraan, dan dijauhkan dari segala mara bahaya," ungkap Lisdyarita.

Menariknya, pada Grebeg Suro 2026 kali ini, masyarakat menghadirkan inovasi baru berupa buceng berbahan dasar ikan nila yang menjadi ikon perikanan Telaga Ngebel.

Kehadiran buceng ikan nila menjadi simbol promosi potensi ekonomi masyarakat sekitar sekaligus memperkenalkan hasil perikanan unggulan Telaga Ngebel kepada wisatawan.

Pembudidaya ikan nila Telaga Ngebel, Hadi Santoso, menjelaskan sebanyak tiga kuintal ikan nila atau sekitar 1.200 ekor digunakan untuk menyusun buceng purak tersebut.

Menurutnya, ikan-ikan tersebut berasal dari 15 kelompok pembudidaya yang ada di wilayah Ngebel.

"Telaga Ngebel sendiri mayoritas penghasil nila. Jadi kami berinisiatif untuk memunculkan potensi itu. Meskipun baru pertama kali, antusias masyarakat untuk berebut buceng ikan nila sangat tinggi," pungkasnya Hadi.

Larungan Telaga Ngebel menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Grebeg Suro yang setiap tahun mampu menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah.

Perpaduan antara ritual budaya, panorama alam Telaga Ngebel, serta keterlibatan masyarakat lokal menjadikan tradisi ini sebagai daya tarik tersendiri.

Editor : Putra

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network