Usai Ditetapkan UNESCO, UGM dan Pelaku Reog Ponorogo Gelar Kajian Ergonomi Dadak Merak

Putra
Para seniman dan pelaku kesenian Reog Ponorogo melakukan kajian dadak Merak dengan akademisi UGM foto: istimewa

Menurutnya, pelestarian tidak cukup hanya melalui pertunjukan, tetapi juga perlu didukung kajian ilmiah yang memperhatikan kesehatan para pelaku seni.

"Penting kiranya bahwa setelah kesenian Reog diakui UNESCO, harus ada keberlanjutan terutama dari unsur pelestarian," tandasnya.

Lisdyarita juga mengapresiasi kolaborasi antara kalangan akademisi dan pelaku seni dalam mengembangkan Reog Ponorogo.

Menurutnya, forum diskusi semacam ini perlu terus dilakukan agar kesenian yang telah mendunia tersebut tetap berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.

"Menurut saya sangat penting jika ada diskusi seperti ini. Karena setelah Reog Ponorogo diakui UNESCO harus ada keberlanjutan dari sisi pelestarian. Kegiatan seperti ini harus sering dilakukan," pungkasnya.

Melalui kajian tersebut, penyelenggara berharap lahir penelitian lanjutan mengenai kesehatan pembarong, teknik pertunjukan, hingga inovasi pelestarian Reog Ponorogo berbasis riset ilmiah.

Editor : Putra

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network