Seluruh masakan masih dimasak menggunakan kayu bakar agar menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang tidak bisa didapat dari kompor gas.
"Dari dulu masaknya tetap seperti ini. Ayam diungkep pakai kayu bakar supaya empuk. Kalau bukan ayam kampung rasanya tidak sama," pungkas Mbah Parmi.
Setiap hari warung Mbok Mi mampu menghabiskan sekitar 20 ekor ayam kampung. Sementara pada akhir pekan maupun musim liburan, jumlah tersebut bisa meningkat hingga 50 ekor ayam.
Adapun untuk harga sekitar Rp35 ribu per porsi, pengunjung sudah bisa menikmati nasi lengkap bersama ayam kampung, aneka sayur khas pedesaan, sambal bawang, dan suasana makan tradisional yang kini mulai langka.
Editor : Putra
Artikel Terkait
