get app
inews
Aa Text
Read Next : Begini Alasan Tim SAR Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny Gunakan Alat Berat

Fakta Hilangnya Ali Syafiq di Gunung Slamet, Papan Pesan hingga Panggilan Sang Ayah

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:54 WIB
header img
Ali Syafiq merupakan pendaki tektok yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet. (Foto: Istimewa).

PEMALANG, iNewsPonorogo.id - Hilangnya seorang pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) asal Magelang di Gunung Slamet, terus menjadi sorotan publik. Dimana Ali dilaporkan tidak kembali dari puncak sejak Minggu (28/12/2025) malam. Setelah mendaki bersama temannya, Himawan Choidar Bahran melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sabtu (27/12/2025).

Keduanya memang melakukan pendakian sistem tektok atau naik dan langsung turun kembali tanpa menginap. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh tim SAR gabungan, guna menemukan Ali Syafiq

Berikut beberapa fakta-fakta hilangnya Ali Syafiq di Gunung Slamet.

Kronologi Kejadian

Safiya Ridan Ali Razan awalnya mendaki bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025).

Namun hingga Minggu malam, keduanya tidak kembali ke basecamp. Pengelola basecamp lantas melakukan pengecekan jalur pendakian Gunung Slamet.

Papan Pesan untuk Mantan

Operasi pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet sejak 28 Desember 2025, terus dilakukan meski keberadaan dan jejak Ali belum ditemukan. Tim SAR hanya menemukan papan pesan yang diduga milik korban.

Foto papan kayu bertuliskan “Hi mantan, dapat salam dari Gunung Slamet 3428 mdpl” pun sempat viral di media sosial usai diunggah akun @jejak pendaki. Di mana papan ini ditemukan di dalam jaket Himawan, rekan pendakian Ali.

Menurut informasi bahwa papan kayu itu memang sengaja dipesan Ali secara online, dibuat swafoto di puncak Slamet. Hal itu menjadi bukti bahwa Ali sempat mencapai area atas sebelum akhirnya terpisah dari temannya di sekitar Pos 9, karena hendak mencari bantuan, untuk Himawan yang mengalami cedera kaki.

Tim SAR Temukan Teman Ali

Setelah dilakukan pencarian, usai dilaporkan tak kembali ke basecamp, pada Senin (29/12/2025) pagi, tim menemukan Himawan di sekitar Pos 9 atau sekitar 100 meter dari puncak Gunung Slamet, dengan kondisi lemas dan cedera kaki.

Himawan kemudian dievakuasi ke basecamp untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasar keteranganya kepada tim SAR, Ali Syafiq turun lebih dahulu untuk mencari bantuan.

Basarnas Kerahkan 70 Personel

Dalam operasi pencarian Basarnas Semarang, menerjunkan sedikitnya 70 personel gabungan yang terdiri atas tim inti dan relawan berkualifikasi khusus untuk menyisir lereng gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut. Meski antusias relawan cukup tinggi dan mencapai 120 orang, hanya 70 orang yang lolos seleksi ketat.

Basarnas juga sempat memperpanjang operasi pencarian selama dua hari, setelah akhirnya dihentikan sementara pada Rabu (7/1/2026).

Tiga tim diarahkan untuk melakukan penyisiran dari Pos 3 hingga Pos 5 ke arah bawah. Sementara itu, tim lainnya difokuskan melakukan sweeping pada area puncak aliran air yang merupakan batas vegetasi, atau lebih tepatnya perbatasan jalur Baturaden, Kabupaten Banyumas.

Sang Ayah Ikut Turun Cari Ali

Pada saat operasi pencarian, Basarnas memberikan izin khusus kepada sang ayah Ali Syafiq, yaitu Dhani Rusman, untuk ikut serta dalam tim.

Hanya berbekal tongkat, Dhani turun langsung menyusuri hutan belantara demi menemukan putranya. Dhani memutuskan terjun langsung ke area pencarian setelah menerima informasi bahwa anaknya diduga keluar jalur pendakian. Diperkirakan berada di rentang Pos 3 hingga Pos 5.

Sebuah video dokumentasi yang menyayat hati, Dhani tampak membelah semak belukar tanpa alat, hanya menggunakan tangan kosong dan tongkat sambil terus memanggil nama anaknya.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut