get app
inews
Aa Text
Read Next : Waduh! 23 Orang Diamankan Polres Ponorogo, Modus Minta Sumbangan Untuk Judi dan Menginap di Hotel

Anggota DPRD Jatim Miseri Effendy Cari Solusi Jembatan Bambu Viral di Ponorogo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:47 WIB
header img
Anggota DPRD Jawa Timur Miseri Effendy Soroti viral jembatan darurat di Ponorogo foto: istimewa

Kondisi ruas jalan penghubung Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, yang terkikis longsor hingga dibuatkan jembatan darurat oleh warga, masih jadi sorotan banyak pihak. Terlebih usai viral dimedia sosial, karena ada video anak pergi ke sekolah yang digendong saat melintas jembatan.

Longsor parah yang terjadi membuat lebar jalan hanya menyisakan kurang dari satu meter. Hal tersebut dinilai membahayakan karena jalur itu merupakan akses vital warga lintas kecamatan di kawasan lereng Gunung Wilis. Bahkan kondisi jalan juga berisiko terputus total akibat pergerakan tanah yang terus berlangsung.

Guna mencari solusi, Pemkab Ponorogo menggelar rapat koordinasi bersama DPRD Jawa Timur membahas sejumlah skema penanganan untuk mengatasi persoalan infrastruktur yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut. Dimana salah satu opsi yang mengemuka adalah pembangunan jembatan permanen.

Semenatar itu, anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Miseri Efendy, mengatakan penanganan jalan itu sebenarnya telah masuk dalam perencanaan sejak 2025. Saat itu, anggaran sebesar Rp 2,7 miliar telah disiapkan melalui dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BNPB, namun belum dapat direalisasikan.

“Tahun ini kembali diajukan oleh BPBD Ponorogo. Kami akan menanyakan langsung ke BNPB apakah bisa segera direalisasikan,” kata Miseri.

Lanjutnya, Miseri menambahkan bahwa DPRD Jawa Timur tidak ingin penanganan berhenti pada proses administrasi. Bersama Pemkab Ponorogo, pihaknya berencana mendatangi BNPB untuk memastikan kepastian anggaran dan waktu pelaksanaan proyek.

“Kondisinya sudah mengkhawatirkan. Harapannya bisa dikerjakan sebelum pertengahan tahun,” terangnya.

Masih menurut Miseri, karakteristik lokasi longsor yang berada di lereng bukit membuat perbaikan badan jalan secara sementara tidak lagi efektif. Pergerakan tanah yang terus terjadi, berpotensi merusak kembali jika hanya dilakukan penanganan tambal sulam.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut