get app
inews
Aa Text
Read Next : Adi Hidayat Ungkap Hal Ini di 100 Tahun Pondok Gontor Ponorogo

Kronologi Ledakan Diduga Petasan dari Balon Udara Rusak Sekolah di Ponorogo

Minggu, 07 Juni 2026 | 14:31 WIB
header img
Pihak kepolisian melakukan olah TKP ledakan petasan yang diduga dari balon udara foto: iNewsPonorogo.id/Putra

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Sebuah balon udara yang diduga membawa petasan meledak di wilayah Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Minggu (7/6/2026) pagi. Ledakan tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas bangunan di SMAN 1 Badegan mengalami kerusakan, mulai dari kaca jendela pecah hingga bagian atap dan genteng yang rusak.

Pihak sekolah memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena saat kejadian tidak berlangsung kegiatan belajar mengajar (KBM).

Wakil Kepala Humas SMAN 1 Badegan, Priandana Widatmo Putro, mengatakan pihak sekolah menerima laporan adanya ledakan sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan kerusakan pada dua ruang kelas.

"Mengalami kerusakan itu jendela kelas XI-5 dan XII-10. Kaca jendelanya pecah. Kemudian di kelas XII-10 ada bagian atap yang terdampak dan beberapa genteng pecah," ujar Priandana.

Kerusakan yang terjadi kemungkinan besar disebabkan oleh efek getaran dari ledakan petasan yang dibawa balon udara.

"Mungkin karena efek getaran. Kalau memang ledakannya terjadi tepat di situ, tentu kerusakannya bisa lebih parah. Dilokasi juga tidak ditemukan sisa-sisa kertas atau material lain," katanya.

Priandana mengaku tidak menyaksikan langsung kejadian tersebut karena baru tiba di sekolah menjelang pukul 07.00 WIB. Informasi yang diterimanya dari warga ledakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.

"Saya datang ke sekolah sekitar jam tujuh kurang, jadi tidak melihat langsung. Informasinya ada dentuman, lalu setelah itu diketahui ada kerusakan," jelasnya.

Meski tidak mengganggu aktivitas belajar karena sekolah sedang libur, pihak sekolah langsung melakukan langkah penanganan untuk mencegah potensi bahaya bagi siswa saat kegiatan sekolah kembali berlangsung.

"Kalau untuk kegiatan belajar mengajar tidak terlalu mengganggu. Tetapi karena ada bagian atap yang jatuh, itu berpotensi membahayakan siswa jam istirahat. Dimana jalur tersebut merupakan akses menuju kantin dan toilet, sehingga harus segera diperbaiki," tambahnya.

Hingga saat ini, pihak sekolah masih melakukan pendataan terkait total kerugian material akibat insiden tersebut.

"Untuk nilai kerugian dari sarana dan prasarana, saat ini belum bisa kami sampaikan," ungkapnya.

Sementara itu, aparat kepolisian bersama pihak terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab ledakan.

Kanit Reskrim Polsek Jambon, Aiptu Marsidi Condro Yuwono, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dentuman kuat yang terdengar diduga berasal dari petasan yang dibawa balon udara.

"Belum diketahui balon udara itu berasal dari mana. Informasi yang kami terima dari warga, ledakan terjadi satu kali sekitar jam tujuh pagi," terangnya.

Petugas juga belum menemukan bukti yang mengarah pada sumber ledakan lain selain petasan balon udara.

"Untuk sementara dugaan kami petasan dari balon udara, karena di lokasi tidak ditemukan serpihan benda lain," pungkasnya.

Pihak kepolisian menghimbau bahwa masyarakat tidak lagi menerbangkan balon udara tanpa awak, terlebih disertai petasan. Selain berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan, juga dapat menyebabkan kerusakan bangunan, kebakaran, hingga membahayakan warga.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut