Anggota DPRD Jatim Soroti Lelang Jabatan Sekda Ponorogo, Track Record Mesti Dilihat
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo sepi peminat saat dibuka gelombang pertama ditutup, yaitu pada Jumat (20/2/2026) kemarin. Hal ini membuat panitia seleksi (pansel) memperpanjang pendaftaran seleksi sampai Jumat (27/2/2026).
Minimnya pendaftar jado alasan lelang diperpanjang. Harapan akan banyak pendaftar dari kota Ponorogo sendiri, belum menunjukan tanda-tanda. Bahkan sebagian yang mendaftar justru dari luar kota. Hal tersebut lantas mendapat sorotan dari berbagai pihak, salah satunya salah satu anggota DPRD Jawa Timur. Dimana untuk Sekda jadi kewenangan Pemprov dan Gubernur.
“Besar harapan saya ASN atau pejabat dari Ponorogo ikut berpartisipasi dalam lelang Sekda ini. Jabatan Sekda jelas berpengaruh pembangunan program ke depan yang telah direncakan Plt Bupati,” kata Ibnu Alfandy Yusuf, anggota DPRD Jatim.
Lanjutnya, Ibnu menambahkan bahwa jika yang mendaftar banyak yang dari Ponorogo, maka peluang besar yang terpilih juga dari daerah sendiri.
“Kalau ada dari Ponorogo kan mempunyai kecintana terhadap tanah kelahiran, meski kapasitasnya juga harus diperhatikan dan yang jelas lebih baik,” tambahnya.
Jabatan Sekda memang sangatlah vital, dan harus bisa berkolaborasi dengan kepala daerahnya. Siapapun yang terpilih nanti, lanjut Ibnu bahwa harus punya rekam jejak yang baik serta seorang pejabat bersih.
“Track record harus dilihat benar-benar. Kapabilitasnya dan lainnya menjadi penting. Bebannya saat ini mengembalikan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Putra