Inspiratif! Penjual Kopi di Ponorogo Bisa Berangkat Haji, Menabung Dikaleng Biskuit
Sementara itu, sang istri, Siti Setianawati (58), mengaku tidak menyangka perjuangan menabung dari hasil berjualan kopi dapat mengantarkannya ke Tanah Suci.
"Alhamdulillah, rasanya senang," ujarnya.
Ia menuturkan, kebiasaan menabung dilakukan dari sisa kebutuhan sehari-hari, termasuk dari uang belanja dan pembayaran rutin. Menyisihkan penghasilan setiap harinya. Kadang Rp5 ribu, kadang Rp10 ribu. Mulai tahun 2005 lalu.
“Saya mengeluarkan uang di dalam blek (kaleng) bekas roti itu. Disitu ada pecahan Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu. Kita menabung sedikit demi sedikit, sisa belanja, sisa bayar listrik, kita sisihkan," tambahnya.
Ia menambahkan, kunci utama keberhasilan mereka adalah hidup hemat dan konsisten dalam menabung.
"Harus bisa mengirit supaya bisa menabung dan terlaksana," pungkasnya.
Editor : Putra