Jelang Idul Adha, Kebutuhan Juleha di Ponorogo Masih Tinggi
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Disetiap hari raya Idul Adha, juru sembelih hewan kurban pasti sangat dibutuhkan. Namun ternyata di Kabupaten Ponorogo, masih mengalami kekurangan juru sembelih halal (Juleha) yang sudah bersertifikat.
Adapun saat ini, jumlah Juleha di Ponorogo baru ada sekitar 500 orang. Padahal terdapat ribuan masjid dan musala yang tersebar di Kota Reog ini membutuhkan tenaga penyembelih profesional serta memenuhi syariat Islam dan standar halal.
Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa diadakan pelatihan Juleha seperti yanh dilakukan di Kampus 2 Universitas Islam Negeri Ki Ageng Muhammad Besari, Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.
“Kita baru punya sekitar 500-an Juleha. Padahal masjid kita ada 3.000-an lebih. Belum mushola lainnya,” kata Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Ponorogo, Tohari.

Lanjutnya, Tohari menambahkan bahwa pelatihan Juleha menjadi penting terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. Menurutnya, seluruh produk yang beredar dan dikonsumsi masyarakat wajib memenuhi ketentuan halal.
“Salah satunya hewan kurban yang akan disembelih dan dibagikan ke masyarakat dagingnya harus dijamin kehalalannya,” terangnya.
Masih menurut Tohari menyebut bahwa pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui sinergi antara Kemenag Ponorogo, Majelis Ulama Indonesia (MUI), DPD Juleha dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita mengatakan pelatihan Juleha sangat penting agar masyarakat mendapatkan produk makanan yang benar-benar halal.
“Adanya Juleha ke depannya bisa menyajikan daging yang halal di masyarakat. Sebagai masyarakat bisa menikmati makanan-makanan halal,” pungkasnya.
Pelatihan Juleha yang digelar DPD Juleha Ponorogo diikuti sebanyak 282 peserta dari berbagai daerah, seperti Ngawi, Trenggalek, Tulungagung, Blitar dan Kediri.
Editor : Putra