Keren! Band Rock Anak Muda Kolaborasi Reog Ponorogo Viral, Inspirasi Sang Ibu
Sementara itu Ketua Dewan Kesenian Ponorogo, Wisnu HP yang memang ikit membantu dalam proses penampilan kolaborasi musik rock dengan kesenian Reog Ponorogo ini, memberikan apresiasi tinggi.
"Saat Black Langues tampil, itu bukan sekadar konser rock biasa. Hentakan drum beradu dengan kendang Reog, gitar bersahutan dengan slompret, menjadi kolaborasi yang Epic," jelas Wisnu.
Kolaborasi tersebut memiliki makna penting bagi upaya pelestarian budaya, terutama setelah Reog Ponorogo resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO kategori Urgent Safeguarding List.
"Ini jadi bukti bahwa Reog bukan artefak museum. Reog bisa membaca zaman, masuk ke berbagai ruang kreatif, termasuk musik rock,” pungkasnya.
Band Black Langues sendiri memiliki filosofi yang cukup unik. Kata Black dimaknai sebagai sesuatu yang gelap, samar, atau absurd, sedangkan Langues berasal dari bahasa Prancis yang berarti bahasa atau media komunikasi.
Editor: Putra