get app
inews
Aa Text
Read Next : Bikin Geger! Remaja Asal Ponorogo Ditemukan Tewas

Sempat Hilang Misterius, Pemuda di Ponorogo Ditemukan Tewas Tenggelam

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:44 WIB
header img
Jenazah pemuda di Ponorogo yang tewas tenggelam saat memancing dievakuasi oleh tim SAR gabungan. (Foto: iNewsPonorogo.id/Putra).

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Sempat dilaporkan hilang misterius, Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan DAM Wilangan, Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

Korban bernama Kuntarto (34), ditemukan di dasar dam setelah tim SAR gabungan melakukan dua kali penyelaman.

Korban sebelumnya dilaporkan menghilang usai berpamitan memancing pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Hingga sore hari, tak kunjung pulang ke rumah, sehingga keluarga berinisiatif melakukan pencarian sebelum akhirnya melapor ke pihak kepolisian.

Pada saat melakukan pengecekan di lokasi, yang biasa korban memancing hanya ditemukan sepeda motor, perlengkapan memancing, sandal, serta sebungkus rokok milik korban.

Komandan Tim Basarnas Trenggalek, Dian Susetyo Wibowo, mengatakan proses pencarian dilakukan secara intensif dengan metode penyelaman di area yang diduga menjadi titik korban tenggelam.

Penyelaman pertama dilakukan sejak pukul 09.30 WIB hingga 11.30 WIB, namun belum membuahkan hasil. Operasi kemudian dilanjutkan kembali sekitar pukul 13.00 WIB dengan menerjunkan dua penyelam sekaligus.

"Korban ditemukan di dasar dam. Kedalaman sekitar 3 meter dan jaraknya sekitar 3 sampai 4 meter dari titik awal yang diduga lokasi korban menghilang," kata Dian.

Pada saat dievakuasi setelah ditemukan, korban dalam kondisi masih mengenakan pakaian yang dipakai pada saat memancing.

"Untuk kondisi jenazah korban sudah kaku. Selanjutnya kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun menjelaskan bahwa sebelumnya ada laporan kehilangan diterima aparat kepolisian sekitar pukul 00.30 WIB setelah keluarga merasa khawatir korban tidak kunjung pulang.

Setelah menerima laporan, BPBD bersama unsur SAR gabungan langsung melakukan penyisiran pada malam hari. Namun pencarian dihentikan sementara karena kondisi gelap dan keterbatasan jarak pandang, kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi dengan melibatkan penyelam dari Basarnas Trenggalek.

Lokasi pencarian memiliki karakteristik perairan yang cukup berbahaya karena terdapat kedung dengan kedalaman bervariasi antara tiga hingga enam meter.

"Area sungai cukup dalam, sekitar 3 sampai 6 meter. Korban akhirnya ditemukan meninggal dunia di dasar dam setelah dilakukan penyelaman," ungkapnya.

Semenatara itu, Kapolsek Sambit, AKP Muhammad Isa Latif membenarkan korban telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Dari hasil pemeriksaan awal atau visum luar, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Untuk hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,"pungkasnya.

Setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh personel SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Ponorogo, Basarnas Trenggalek, TNI, Polri, relawan, dan unsur terkait lainnya dikembalikan ke satuan masing-masing.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut