Kesenian Mistis Tari Keling Asli Ponorogo, Hanya Bisa Dimainkan Warga Dusun Mojo
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Kabupaten Ponorogo memang kaya akan budaya dan kesenian tradisional, selain Reog ternyata, ada kesenian yang terbilang cukup tua, yaitu Tari Keling yang ada di Dusun Mojo, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, yang hingga kini tetap lestari dan dimainkan oleh warga setempat secara turun-temurun.
Keunikan Tari Keling tidak hanya terletak pada cerita yang diangkat, tetapi juga pada tradisi pewarisan, ritual pertunjukan, hingga tata rias para penarinya yang menjadikan kesenian ini berbeda.
Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Dusun Mojo tetap mempertahankan Tari Keling sebagai identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pertunjukan Tari Keling selalu diawali dengan tabuhan alat musik pengiringnya. Kemudian belasan penari laki-laki dengan tubuh berwarna hitam pekat sambil membawa berbagai senjata tradisional seperti tombak, pedang, panah, hingga gada. Tidak hanya itu, ada juga penari perempuan mengenakan busana sederhana berbahan karung goni dengan hiasan bulu ayam di kepala. Mirip dengan busana suku Dayak.

Sesepuh Dusun Mojo, Wiyoto, mengatakan Tari Keling diyakini telah ada jauh sebelum kesenian Reog.
"Di dusun ini, Tari Keling sudah ada sebelum Reog. Kami hanya meneruskan apa yang diwariskan nenek moyang. Meski asal-usulnya memang belum diketahui," katanya.
Menurut cerita para leluhur, kesenian tersebut telah dimainkan sejak masa buyutnya, Karyonawi, sekitar tahun 1922.
Kala itu, Dusun Mojo mengalami kemarau panjang yang menyebabkan gagal panen dan krisis pangan. Kondisi tersebut semakin berat karena bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri.
Para sesepuh desa bermusyawarah untuk membangkitkan semangat masyarakat. Dari sanalah lahir sebuah tradisi yang memadukan doa, hiburan, serta harapan yang kemudian dikenal sebagai Tari Keling.
"Dulu orang tua kami bercerita, seni ini dipakai supaya masyarakat tetap kuat menghadapi paceklik," ungkap Wiyoto.
Editor : Putra