Ribuan Pelari Ikuti Merdeka Run di Monumen Reog Ponorogo, Ada Peserta Luar Negeri
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Ribuan pelari memadati kawasan Monumen Reog di Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Mereka buka untuk melihat monumen namun mengikuti gelaran Merdeka Run 2026, Sabtu (22/8/2026).
Event lari yang digelar kedua kali tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan kemerdekaan sekaligus upaya memadukan olahraga dengan potensi budaya dan pariwisata Kabupaten Ponorogo.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Kawasan kompleks Monumen Reog yang menjadi lokasi start sekaligus finish berubah menjadi lautan pelari. Pada penyelenggaraan ini, peserta bisa memilih salah satu dari dua kategori, yakni lari 5 kilometer dan 10 kilometer.
Peserta Merdeka Run 2026 datang dari berbagai daerah. Mereka tidak hanya berlari untuk mengejar catatan waktu, tetapi juga menikmati suasana pedesaan di Kecamatan Sampung serta kawasan Monumen Reog yang menjadi salah satu ikon baru Ponorogo.
Rute yang disiapkan panitia membawa peserta melewati kawasan sekitar Monumen Reog dan lingkungan pedesaan di Kecamatan Sampung.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan Merdeka Run tidak sekadar menjadi ajang olahraga. Event tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan Ponorogo kepada masyarakat dari berbagai daerah.
"Terima kasih para panitia atas terselenggaranya Merdeka Run ini," kata Lisdyarita.
Menurutnya, Merdeka Run 2026 juga menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Ponorogo. Hal itu terlihat dari peserta yang datang dari berbagai kota di Indonesia, bahkan ada juga dari luar negeri.
"Terima kasih banyak kepada Pawitandirogo yang luar biasa dalam mendukung Merdeka Run ini. Ternyata dari Malaysia hadir, dari Surabaya, Bojonegoro, Malang, Bandung juga ada. Semoga tahun depan lebih banyak lagi. Tahun ini lebih dari 5000 ribu peserta," terang Lisdyarita.
Sementara itu Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso tang juga turut hadir bersama anggota 1 BPK RI, mengatakan bahwa Merdeka Run Ponorogo ditargetkan menjadi salah satu event tahunan terbesar di Ponorogo.
"Ya, ini alhamdulillah. Ini event Merdeka Run Ponorogo 2026 ini sudah tahun kedua. Kita niatkan ini menjadi event tahunan terbesar di Ponorogo," kata Susiwijono.
Untuk tahun ini, jumlah peserta sengaja dibatasi sekitar 5.000 peserta ditambah undangan sehingga total mencapai sekitar 5.500 orang. Pembatasan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas lokasi.
"Untuk 2026 ini, peserta memang kita batasi 5.000 plus semua undangan jadi 5.500 karena mempertimbangkan kapasitas infrastrukturnya," jelasnya.
Lanjut Susiwijono menambahkan bahwa pada tahap pertama, sebanyak 1.000 kuota pendaftar yang semula dijadwalkan dibuka selama tiga hari justru habis dalam waktu kurang dari satu jam.
"Yang tahap 1, 1.000 itu tiga hari kita jadwalkan, enggak sampai sejam habis," ungkapnya.
Pada tahap kedua, panitia membuka 2.000 kuota. Namun, antrean pendaftar disebut mencapai sekitar 2.400 orang sebelum pendaftaran dibuka.
"Yang tahap 2 kita buka 2.000, baru mau kita buka antriannya 2.400. Artinya apa? Animonya begitu luar biasa," kata Susiwijono.
Tingginya antusiasme peserta membuat penyelenggara berencana meningkatkan skala Merdeka Run pada tahun depan. Namun, peningkatan jumlah peserta akan diikuti dengan pengembangan infrastruktur.
"Tahun depan kita adakan insya Allah lebih besar. Kita bangun dulu infrastrukturnya, minimal 10.000 peserta," pungkas Susiwijono.
Merdeka Run Ponorogo diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan berskala besar yang mampu mendatangkan peserta dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Editor : Putra