Lagi! Pencurian Kotak Amal Menyasar Masjid di Kelurahan Mangunsuman Ponorogo hingga Viral
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Aksi pencurian kotak amal kembali terjadi di sebuah masjid di Kelurahan Mangunsuman, Kabupaten Ponorogo. Aksi pelaku terekam kamera CCTV dan videonya kemudian beredar di media sosial.
Dalam rekaman CCTV berdurasi sekitar setengah menit memperlihatkan pelaku terlihat masuk ke area masjid pada dini hari. Sebelum menuju kotak amal, pria tersebut sempat terlihat seperti hendak beribadah dan mengamati kondisi sekitar.
Takmir masjid, Khoirul Mustaqim, mengatakan aksi tersebut awalnya diketahui setelah menjadi perbincangan di kalangan jamaah. Ia kemudian mengecek rekaman kamera CCTV yang terpasang di masjid.
“Nanti saya lihat di CCTV saya. Ternyata, ya benar ada orang masuk,” kata Khoirul.
Dari rekaman CCTV, pelaku diketahui masuk melalui sisi timur masjid. Setelah berada di dalam, pria tersebut terlebih dahulu menuju ke arah kamar mandi sebelum bergerak mendekati kotak amal.
“Masuknya dari timur, terus masuk ke arah kamar mandi dulu. Lihat mungkin situasi, terus ke arah kotak,” ujarnya.
Masih menurut Khoirul, bahwa pencurian kotak amal ini bukan kali pertama, namun sudah sebanyak tiga kali.
“Pertama itu dalam satu tahun dua kali, itu di tahun 2024. Terus habis itu saya pasang CCTV, baru kejadian tadi malam,” jelasnya.
Aksi pencurian terbaru tersebut berlangsung pada dini hari. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku pertama kali masuk sekitar pukul 01.07 WIB. Pelaku memiliki ciri-ciri mengenakan celana, sandal berwarna putih, serta jaket hoodie.
“Ciri-cirinya pakai celana, pakai sandal warna putih, terus pakai jaket, jaketnya hoodie,” ungkapnya.
Pelaku tidak mengenakan masker sehingga wajahnya masih dapat terlihat melalui kamera CCTV.
“Tidak pakai masker. Wajahnya terlihat jelas, dari CCTV, meski ada kabur-kaburnya. Umurnya sekitar antara 25 sampai 30-an,” terangnya.
Meski kotak amal menjadi sasaran pencurian, uang yang berada di dalamnya diperkirakan tidak terlalu banyak.
“Isi kotak amal mungkin sekitar Rp40-50 ribu, karena memang baru saja kita ambil,” pungkas Khoirul.
Alih-alih langsung melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, pihak takmir memilih menyebarkan rekaman CCTV ke media sosial, dan berharap pelaku mengetahui bahwa aksinya telah terekam dan bersedia datang ke masjid untuk meminta maaf.
Editor: Putra