Kemarau Panjang, Khofifah Beri Bantuan Air Bersih dan Jurigen ke Warga Ponorogo
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Kemarau panjang membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo, mengalami kekurangan air bersih. Kondisi tersebut membuat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung.
Selain air bersih, Khofifah juga memberikan bantuan 200 jeriken dan 50 unit tandon air untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama menghadapi musim kemarau.
Khofifah mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan. Upaya tersebut antara lain mencari sumber air terdekat, melakukan pengeboran sumur, hingga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC).
“Kalau misalnya di desa ini terkonfirmasi ada titik air terdekat, saya rasa kita bisa bersama-sama untuk membangun koneksitas pipanisasi agar air itu bisa dialirkan ke desa ini,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, tingkat kesulitan dalam mencari sumber air berbeda-beda di setiap daerah. Sumber air bisa ditemukan melalui pengeboran pada kedalaman tertentu. Namun, di lokasi lain, pengeboran harus dilakukan lebih dalam karena masih menemukan lapisan batuan.
Pemprov Jawa Timur juga berupaya mencari sumber air yang dapat dialirkan menuju wilayah terdampak kekeringan melalui jaringan perpipaan.
“Kita juga melakukan itu di berbagai daerah. Ada juga sumur bor, ada yang 90 meter sudah ketemu air, ada yang 200 meter masih ketemu batu. Jadi masing-masing daerah tidak sama tingkat kesulitannya,” ungkapnya.
Selain mencari sumber air dan melakukan pengeboran sumur, Pemprov Jawa Timur juga melakukan operasi modifikasi cuaca.
Operasi tersebut dilakukan sejak 3 September untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan ketika kondisi atmosfer mendukung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Salah satu warga Dungus, Dian, mengaku bersyukur mendapat bantuan air bersih dari Gubernur Jawa Timur.
“Alhamdulillah senang sekali, bantuan ini sangat membantu bagi warga Dungus, karena disini kekeringan. Semoga ke depannya air minum bisa lancar,” ucapnya.

Sementara itu Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita menambahkan bahwa berbagai upaya juga telah dilakukan guna mengatasi masalah kekurangan air bersih di sejumlah wilayah.
“Pemkab Ponorogo juga telah berupaya untuk mengatasi adanya kekurangan air bersih akibat kemarau panjang dengan melakukan droping air bersih oleh BPBD di wilayah yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih,” pungkas Lisdyarita.
Seperti diketahui, Dusun Dungus terutama di RT 2/1 menjadi langganan krisis air bersih saat musim kemarau. Berdasarkan data di BPBD, ada 189 jiwa terdampak kekeringan di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Pulung, Ponorogo.
Editor: Putra