Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ribuan Warga dan Santri Gelar Salat Istisqa di Ponorogo, Doa Hujan Turun dan Karhutla Padam
Advertisement . Scroll to see content

Hari Santri 2026 di Ponorogo, Ketua DPRD: Santri Berjuang untuk NKRI

Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:03 WIB
  • author Dinar Putra
Hari Santri 2026 di Ponorogo, Ketua DPRD: Santri Berjuang untuk NKRI
Ribuan santri memadati Alun-Alun Ponorogo, Jalan Alun-Alun Utara mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) foto: iNewsPonorogo.id/Putra

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Ribuan santri memadati Alun-Alun Ponorogo, Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kamis (22/10/2026), untuk mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Dalam momentum tersebut, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengajak masyarakat memaknai santri secara lebih luas sebagai bagian dari perjuangan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Identitas santri tidak hanya melekat pada mereka yang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Menurut Dwi Agus, siapa pun yang berjuang dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara dapat membawa semangat kesantrian, termasuk pelajar madrasah, siswa sekolah umum, hingga insan pers.

“Sekarang kalau ngomong santri, ini kan tidak hanya anak-anak atau santri yang ada di pesantren. Ada yang di sekolah madrasah, di sekolah-sekolah umum,” ungkapnya.

Santri masa kini tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan fisik seperti pada masa kemerdekaan. Tantangan saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata sesuai bidang masing-masing.

Peringatan Hari Santri Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap masa depan Indonesia.

“Diawali dengan kegiatan-kegiatan perlombaan, kegiatan-kegiatan pengajian, dan semuanya ini dalam rangka meningkatkan kualitas santri. Karena sekarang santri kan sudah tidak berperang tapi bagaimana mengisi kemerdekaan,” terangnya.

Menurutnya, semangat tersebut dapat tumbuh di berbagai lingkungan pendidikan maupun profesi. Karena itu, Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa.

“Rekan-rekan sebagai media wartawan ini juga santri. Karena apa? Kita berjuang untuk NKRI. Artinya apa? Di Ponorogo ini sudah tidak ada perbedaan ini santri A, santri B, semuanya adalah santri NKRI,” tegasnya.

Lanjutnya Dwi Agus mengingatkan bahwa penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri berkaitan dengan perjuangan para tokoh agama, termasuk KH Hasyim Asy’ari.

Dia menyebut, semangat memperingati Hari Santri di Ponorogo terus berkembang dari tahun ke tahun. Kegiatan yang digelar tidak hanya berupa upacara, tetapi juga berbagai perlombaan, pengajian, dan aktivitas lain yang mendorong peningkatan kualitas santri.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

Semangat Hari Santri terlihat dari penyelenggaraan upacara di berbagai tempat. Hal itu menunjukkan bahwa peringatan tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Hari ini semuanya rata-rata mengadakan upacara Hari Santri,” pungkasnya.

Editor: Putra

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut