back to homeBack
1/5
Heri Ismakut (45), Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Ponorogo, menyulap limbah kayu berubah menjadi karya seni bernilai tinggi foto: iNewsPonorogo.id/Putra
2/5
Berbekal keterampilan mengukir dan teknik pewarnaan khas Jawa tempo dulu, berbagai karya Heri Ismakut disukai banyak orang. Seperti membuat blawong dan blencong foto: iNewsPonorogo.id/Putra
3/5
Heri Ismakut (45), Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Ponorogo, menyulap limbah kayu berubah menjadi karya seni bernilai tinggi foto: iNewsPonorogo.id/Putra
4/5
Harga produk buatan Heri Ismakut pun bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan foto: iNewsPonorogo.id/Putra
5/5
Berbekal keterampilan mengukir dan teknik pewarnaan khas Jawa tempo dulu, berbagai karya Heri Ismakut disukai banyak orang. Seperti membuat blawong dan blencong foto: iNewsPonorogo.id/Putra
  • Heri Ismakut (45), Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Ponorogo, menyulap limbah kayu berubah menjadi karya seni bernilai tinggi foto: iNewsPonorogo.id/Putra
  • Berbekal keterampilan mengukir dan teknik pewarnaan khas Jawa tempo dulu, berbagai karya Heri Ismakut disukai banyak orang. Seperti membuat blawong dan blencong foto: iNewsPonorogo.id/Putra
  • Heri Ismakut (45), Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Ponorogo, menyulap limbah kayu berubah menjadi karya seni bernilai tinggi foto: iNewsPonorogo.id/Putra
  • Harga produk buatan Heri Ismakut pun bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan foto: iNewsPonorogo.id/Putra
  • Berbekal keterampilan mengukir dan teknik pewarnaan khas Jawa tempo dulu, berbagai karya Heri Ismakut disukai banyak orang. Seperti membuat blawong dan blencong foto: iNewsPonorogo.id/Putra