Masih menurut Ipda Purnomo, selain dianggap alami gangguan jiwa, pemasungan ini dipengaruhi oleh pemahaman keluarga yang meyakini Mbah Kirno memiliki “ilmu sakti” atau kekebalan tertentu. Bahkan Dia tidak diperbolehkan menyentuh tanah selama dikurung. Dimana menurut kepercayaan, jika menyentuh tanah, kekuatan supranaturalnya bertambah.
"Mungkin karena pengetahuan yang kurang, Pak Kirno dianggal sakti dan kebal, tidak boleh menyentuh tanah. Padahal tidak ada, itu karena memang alami gangguan kejiwaan," terangnya.
Langkah Purnomo tidak hanya memutus rantai pemasungan, tetapi juga membuka harapan baru bagi Mbah Kirno. Bahwa hidupnya tidak harus berakhir di balik jeruji besi.
Seperti diketahui bahwa menurut keluarga Mbah Kirno selama 20 tahun dikurung karena dianggap membahayakan. Perubahan perilaku terjadi setelah Ia mendalami berbagai ilmu kanuragan, namun melebihi kesiapan mental dan batinnya.
“Kakak saya memang sakti, saya lihat sendiri makanya saya berani ngomong begini,” pungkas Narti adik Sukirno.
Editor : Putra
Artikel Terkait
