Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa penggunaan alsintan merupakan bagian dari strategi meningkatkan efisiensi usaha tani.
Menurutnya, biaya produksi menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi petani. Dengan dukungan teknologi pertanian modern, biaya operasional dapat ditekan sehingga keuntungan petani semakin meningkat.
"Bertani harus dilakukan secara efisien. Penggunaan alat dan mesin pertanian menjadi salah satu cara menekan biaya produksi sehingga petani memperoleh nilai tambah yang lebih besar," pungkasnya.
Penyaluran bantuan alsintan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, sebanyak 44 kelompok tani menerima bantuan sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
Namun demikian, masih terdapat bantuan yang akan didistribusikan kepada kelompok tani lainnya dalam waktu mendatang, termasuk 60 unit pompa air (water pump) yang saat ini masih menunggu proses penetapan alokasi.
Editor : Putra
Artikel Terkait
