“Kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas sehari-hari itu kita berikan. Diminta untuk bercerita tanpa kata atau tanpa dialog. Jadi murni dengan gerak dan ekspresi,” jelasnya.
Masih menurut Welly bahwa tidak hanya Pantomim saja ada berbagai kegiatan lain didalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Unesa yang melibatkan dua prodi, yaitu Prodi S1 Pendidikan Sendratasik dan Prodi S3 Pendidikan Seni dari Fakultas Bahasa dan Seni. Kemudian untuk khusus Pantomim Ia dibantu oleh Dr. Autar Abdillah, dan Syaiful Qadar Basri.
“Ada pelatihan kriya ataupun keterampilan, yaitu membuat berbagai macam kerajinan tangan, kemudian ada batik juga. Lalu yang kedua kelompok pelatihan pantomim untuk anak-anak sekolah dasar. Ada pelatihan tari untuk anak-anak sekolah, dan ada pelatihan karawitan untuk anak-anak sekolah dan juga ibu-ibu,” ungkapnya.
Pengenalan bahkan pelatihan seni dan budaya tradisional ini tim tidak mengalami kesulitan sama sekali. Dimana masyarakat Ponorogo memang kehidupannya tidak jauh dari kesenian dan budaya.
“Tipikal atau karakteristik masyarakat Ponorogo sangat cinta dan dekat dengan kesenian tradisional. Bermodalkan analisis mendasar itu sehingga tidak ada kesulitan sama sekali didalam memberikan pelatihan ini,” pungkasnya.
Editor : Putra
Artikel Terkait
