PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Apa jadinya jika kakek dan nenek berusia lanjut tiba-tiba harus membaca naskah berita layaknya presenter televisi. Seperti halnya yang dilakukan oleh warga di Desa Ketro, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Puluhan warga lanjut usia (lansia) mengikuti lomba membaca berita seperti presenter televisi dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Para peserta yang mayoritas berusia di atas 60 tahun tampil di hadapan warga dengan gaya layaknya seorang pembawa berita di layar kaca.
Tak hanya membaca naskah, peserta juga tampil layaknya sebuah layar televisi yang sengaja dibuat dari kardus.
Suasana sontak langsung meriah ketika para peserta mulai membaca naskah, meski peserta terlihat kebingungan, bahkan kesulitan mengucapkan kalimat dalam naskah, namun tetap berusaha menyelesaikan berita hingga akhir.
Salah seorang peserta, Hartini, yang sehari-hari berprofesi sebagai bidan desa, mengaku lomba membaca berita tersebut ternyata jauh lebih sulit dari yang dibayangkan.
"Lomba baca berita sangat sulit. Saya pilih menyuntik 100 orang daripada jadi presenter," kata Hartini.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa menjadi pembaca berita di televisi tidak semudah yang terlihat.
"Sulit ternyata. Ternyata sulit menjadi pembaca berita," tambahnya.
Sementara itu Kepala Desa Ketro, Mursyid Hidajat, mengatakan lomba tersebut sengaja melibatkan warga lanjut usia. Selain menjadi hiburan dalam rangka perayaan HUT ke-81 RI, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman kepada peserta untuk merasakan tantangan seorang presenter ketika membaca berita.
Editor : Putra
Artikel Terkait
