Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Update Ponpes Al Khoziny! Korban Meninggal Jadi 5, Puluhan Lain Belum Ditemukan
Advertisement . Scroll to see content

Ibu ini Harus Berhutang Untuk Obati Anaknya yang Jadi Korban Kanjuruhan

Kamis, 06 Oktober 2022 | 19:28 WIB
  • author Avirista Midaada
Ibu ini Harus Berhutang Untuk Obati Anaknya yang Jadi Korban Kanjuruhan
Nur Saguwanto, korban tragedi Kanjuruhan yang selamat meski pingsan dan luka parah. (Foto: MPI/Avirista Midaada)

MALANG, iNews.id - Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan selain memakan korban tewas, juga korban luka yang cukup banyak, salah satunya Nur Saguwanto (19). Ia sangat bersukur bisa selamat dari maut meski sempat pingsan dan dilarikan ke RS Kepanjen. Selain karena pingsan, pemuda asal Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen itu juga mengalami patah pergelangan kaki dan luka di sekujur tubuh akibat terinjak-injak. 

Meski selamat, kondisinya cukup memprihatinkan. Pantauan di rumahnya, kedua matanya kini bengkak, bagian wajahnya juga melepuh seperti ada sisa gas air mata. Bahkan ia mengaku masih sesak dan berat saat bernapas hingga kini.

"Saat kejadian saya ada di tribun 11. Ketika itu sudah ada yang turun ke lapangan usai pertandingan bubar. Tiba-tiba ada tembakan gas air mata di tempat saya duduk. Setelah itu saya nggak ingat lagi," kata Saguwanto, Kamis (6/10/2022). 

Saguwanto mengaku datang melihat pertandingan Arema melawan Persebaya dengan kawannya yang selamat. "Kata teman, saya pingsan. Saya baru sadar ketika hari Minggu (2/12022) pagi. Tahu-tahu saya sudah ada di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen. Saya sempat nelpon keluarga, tapi nggak bisa melihat hape karena pandangan mata kabur. Pusing," tuturnya. 

Dalam kondisi sendirian tergeletak dirumah sakit, Saguwanto hanya bisa menangis. Dia melihat bagaimana banyak orang-orang hilir mudik, banyak orang tak bernyawa tergeletak. Sedangkan beberapa orang yang luka termasuk dirinya hanya tergeletak di lantai karena minimnya kasur perawatan. 

"Suasana di rumah sakit ketika itu penuh korban luka. Saya cuma menangis saja, baru berhenti menangis ketika bertemu keluarganya," kata remaja yang baru saja lulus sekolah di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi ini. 

Di sisi lain  Dewi Fitri ibu kandung Saguwanto, mengaku sempat panik saat menerima kabar pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya banyak menelan korban. Ia pun lantas bergegas ke sejumlah rumah sakit mencari anaknya.

Editor: Putra

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut