Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Perlu Pupuk Mahal, Air Cucian Beras dan Kulit Pisang Bisa untuk Tanaman Cabai
Advertisement . Scroll to see content

Melihat Tradisi Larung Sesaji Masyarakat Adat Ngebel Ponorogo, Bentuk Rasa Syukur

Rabu, 19 Juli 2023 | 15:37 WIB
  • author Putra
Melihat Tradisi Larung Sesaji Masyarakat Adat Ngebel Ponorogo, Bentuk Rasa Syukur
Tradisi larung sesaji masyarakat adat Ngebel Ponorogo foto: iNewsPonorogo.id/Putra

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Masyarakat adat Desa Ngebel, Ponorogo, setiap 1 Suro menggelar acara ritual Larung Sesaji dan Risalah Doa di Telaga Ngebel, desa setempat.

Larung sesaji ini memiliki makna tersendiri dan spiritualitas bagi masyarakat di lereng Gunung Wilis ini. Tradisi larungan merupakan bagian dari wujud rasa syukur masyarakat atas kenikmatan yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Sebelumnya juga dilakukan doa bersama.

Tradisi larung sesaji ini sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Dimana masyarakat adat Ngebel membuat tumpeng berukuran besar, untuk nantinya dilarung lalu ditenggelamkan ditengah telaga.

Sebelum dilarung, tumpeng juga diarak terlebih dahulu mengelilingi telaga. Tidak hanya ada satu tumpeng, namun 4 tumpeng. Dimana nantinya ketiga tumpeng yang tidak dilarung akan dipurak atau jadi rebutan warga.

Makna larungan sesaji ini sesungguhnya adalah sebuah tradisi, lalu bentuk doa diartikan atau diimplementasikan dengan tradisi larung sesaji ini. 

“Ini bagian dari nguri-uri atau melestarikan tradisi, selain wujud betapa bersyukurnya kita kepada Allah, atas semua berkah yang diberikan,” kata Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo.

Editor: Putra

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut